Kisah Cinta di Bantimurung

indonesiadotgodotid.jpgSepasang kekasih bagaikan merpati , sedang merajut benang asmara sambil memandang ke air terjun. Suara air yang jatuh dan gemericik air mengalir, membuat keduanya seakan berada di taman firdaus. Yang Wanita bersandar manja dibahu si pria , yang pria membelai mesra rambut kekasihnya. Kupu- kupu Bantimurung menemani kemesraan kedua insan, saat berjalan sambil berpegangan tangan, getaran kemesraan terasa merambat kesetiap ujung jari mereka hingga menimbulkan sengatan asmara dan terbangnya jiwa ke awan kebahagiaan. Setiap kata yang terucap dari bibir keduanya ibarat sebuah puisi pujangga, syahdu. Gayutan tangan dan senyum kekasih dibibir , adalah kenangan terindah. Hari semakin larut dan malam adalah sebuah ruang untuk merangkum kisah cinta mereka.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan hingga tahun berganti tahun begitu cepat berlalu, demikian pula dengan kisah sepasang kekasih, seperti dunia yang diciptakan fana, seperti nasib yang terus berputar. Namun Bantimurung tetap menjatuhkan airnya, gemericik air mengalir tetap terdengar merdu, seperti magnet yang menarik para penikmat asmara berkunjung kesana. Kupu-kupu Bantimurung senantiasa setia menemani sepasang kekasih yang terus berganti dengan membawa kisah asmara yang lain.

(daeng limpo, Bantimurung Maros 2007)

Iklan

7 pemikiran pada “Kisah Cinta di Bantimurung

  1. @Nurman Syafi’i Nasution
    Cinta tidak harus memiliki, saya yakin ada gadis lain yang sedang menunggu anda…bisa jadi ….semangat bung !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s