PELACUR TUA IBUKOTA

Pelacur tua ibukota, berjalan menyusuri lorong dibawah temaram lampu jalan, menjajakan tubuh ringkihnya yang termakan penyakit dan usia. Pelacur tua ibukota tak menyesali hidupnya, melayani hasrat tengik muda dan memuaskan gairah bandot tua demi sesuap nasi hari ini. Pelacur tua ibukota menyendiri di kamar sempit dan pengab, menunggu tamu terakhirnya. Bau parfum murahan dan gincu tebal menemani penampilannya. Sang tamu datang tanpa uang, pelacur tua ibukota meradang yang terbayang durjana kelakuan, senyum kecut menghias bibir. Pelacur tua memeluk tamu mautnya, menghujamkan belati menembus dada, merintih..meregang..dan tubuhnya tumbang…

Iklan

7 pemikiran pada “PELACUR TUA IBUKOTA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s