Cintaku Rupanya ‘bukan’ Cintamu

CINTAKU RUPANYA bukan CINTAMU

 

oleh : DG.Limpo

Aku rindu untuk bertemu lagi denganmu, walaupun semalam kita baru saja bertemu. Tak dapat kumengerti rasa ini, sementara sinyal yang sama darimu masih samar kutangkap. Aku tak tahan bila sehari tak berjumpa dengan wujudmu atau sekedar mengirim sms basa basiku padamu. Aku mengenalmu disaat kita KKN di DESA BUAH DUA SUMEDANG, jejak-jejak kisah itu hingga usainya KKN masih berlanjut ke Kota hujan ini.
Entahlah semacam reaksi kimia dalam tubuhku, memegang tanganmu saja saat itu rasanya aliran darahku lebih cepat bagaikan dipompa. Aku selalu berharap dikau datang ke asramaku, walaupun siulan dan gurauan anak-anak asrama kadang menyela pembicaraan kita. Aku bukannya tak ingin berkunjung ke tempat kostmu, namun aku malu kalau terlalu sering, yah.. kalau malam minggu rasanya nggak apa-apa.

Pernah sekali waktu ibumu datang berkunjung karena tugas kantor sekalian menjengukmu, aku mengantarmu ke tempat dimana ibumu bersama rombongannya menginap. Ibumu menanyakan tentang aku kepadamu dan dikau menjawab, “dia temanku”. Melihat tatapan ibumu kepadaku, aku jadi salah tingkah apalagi setelah kalian berbisik-bisik. Menjelang saat menyusun skripsi kita mulai jarang bertemu, yah maklumlah kita tak ingin menjadi nenek moyang dikampus ini.
Setahun telah berlalu sejak perkenalan kita, saat itu dikau mengajakku ke taman di kampus Baranangsiang, katamu ada yang ingin engkau bicarakan. Akupun kesana sore itu, diantara gerimis hujan kukuatkan niatku menemuimu, saat pertemuan itu, dikau mengungkapkan bahwa dikau akan pulang ke Padang. Aku mau berkata apa ?, aku pura-pura mengikhlaskan kepergianmu kesana biar kelihatan dewasa gituloh…tetapi sebenarnya hatiku remuk..redam..
Enam bulan sejak kepergianmu ke Padang, aku kadang menelepon dan mengirim sms dan berkomunikasi seperti biasa. Hanya bulan ini weselku agak telat dan gajiku sebagai guru les belum kuterima, jadi dalam dua minggu ini aku tidak meneleponmu. Aku sedang membaca buku, ketika sebuah sms kuterima, yang isinya dikau akan pulang minggu depan, alangkah senangnya perasaanku.
Dibandara Sukarno Hatta, aku menjemputmu. Pagi-pagi aku berangkat dari terminal Bus Baranangsiang naik bus bandara. Sesampai di bandara aku masih harus menunggu tiga jam kedatangan pesawatmu karena di delay. Begitu kulihat dirimu, aku menghampiri dan kau berikan aku oleh-oleh sebuah kunci mobil. Sebenarnya aku tak begitu memperhatikan hadiahmu pada waktu itu, karena gembira menyambutmu. Tetapi setelah euphoria berjumpa denganmu perlahan hilang, aku mikir, “nggak punya mobil kok dikasih kunci mobil”. Aku mulai sadar dengan sindiranmu itu, perlahan kuperam rasaku. Aku mulai jarang menemuimu, demikian juga dirimu nampaknya mulai berubah setelah pulang dari Padang.
Setahun setelah pertemuan terakhir kita, aku mendengar bahwa dirimu ternyata telah menikah dengan dosen yang satu pesawat denganmu waktu berangkat ke Padang. Saat ke Kampus Baranangsiang kita berjumpa, perutmu nampak berisi. Aku merasa kikuk dan salah tingkah ketika dikau menyapaku. Pupuslah harapanku…kepadamu…, tetapi inilah perjalanan hidup..you can’t guess where the wind blow.
Bye ..bye … my Love…, next time you can come again drawn near me.

Iklan

4 pemikiran pada “Cintaku Rupanya ‘bukan’ Cintamu

  1. hahaha… asyik gila, asik berat! ungkapan ceplas2 ceplos Daeng Tata Limpo ini layak dijambal seperti lalap sambel.. baru bertandang ke phinisi sekali terkesan dengan pacarmu yang sudah buncit…

    Daeng, rupanya mengikuti filosofi tukan truk yaa:
    “Kutunggu Jandamu”! 🙂
    __________________________
    ..ah…mas Kurt lupa kasih huruf “g” di kata “tukan” nya, mentan mentan saya oran bugis…..he..he..

Tinggalkan Balasan ke indra K Elfarisy Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s