TUKANG SOL SEPATU

sol-sepatu.jpg

Bapak Tukang SOL sepatu diatas ini merantau ke Pekanbaru dari Garut (JABAR) demi menghidupi keluarganya, karena penghasilan sebagai buruh tani di kampung tidak lagi mencukupi, betapa keras perjuangan hidupnya. Aku jadi malu atas sikapku selama ini yang selalu mengeluhkan kekuranganku, karena Bapak itu saja tidak pernah menyesali hidup yang dijalaninya, ia pasrah sambil berikhtiar. Coba lihat wajahnya begitu teduh dan tenang, walaupun guratan ketuaan sudah nampak menghiasi pipi dan keningnya.

Kehidupannya jauh dari hingar bingar politik, dunia selebritis, apalagi hura-hura belanja ke mall. Yang dia tahu hanyalah berapa sepatu yang akan dia jahit hari ini, makan apa hari ini tidak penting baginya yang penting adalah hari ini masih bisa makan. Dia bekerja sedari pagi sebelum orang lain berangkat kekantor dan pulang ke gubuk reot sewaannya setelah orang-orang kantoran tiba dirumahnya masing-masing. Ketika malam tiba, orang-orang bercengkrama dengan keluarganya didepan televisi, Bapak Tukang Sol Sepatu itu merebahkan badannya yang letih hingga tertidur pulas.   Dia memimpikan dapat pulang tahun ini untuk berjumpa dengan istri dan anak-anaknya, diapun menggores ingatan dan waktu dikeningnya. Esok dapat berapa sepatu lagi ya?

Subhanallah…..ampunilah aku ya Allah yang melupakan bersyukur kepadaMu.

Iklan

9 pemikiran pada “TUKANG SOL SEPATU

  1. Kita harus dafat berkaca dan mengambil nasihat dari kegigihan si Bapak tukang sol ini… Bener pak Daeng, kita sering lupa bersyukur saat merasa cukup..


    ::lupa bersyukur dan selalu ingat kekurangan

  2. Ass. Subhanallah…semoga kisah tukang sol sepatu ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak lupa bersyukur.

    ::semoga mengingatkan saya pribadi

  3. Iyah saya juga belajar dari teman saya yang baru saya meninggalkan kami, padahal mungkin orang sudah beranggapan belah teman saya itu sudah berhasil namun ternyata Tuhan belum memberikan umur yang panjang buat dia…
    Dibandingkan aku blum berhasil, maka sepatutnya saya bersyukur telah diberikan nikmat kehidupan oleh Tuhan…

    ::saya sudah ke blogta…saya juga ikut berduka cita…Innalillahi Wainna Ilahi Rojiun

  4. Waktu aku kecil, hingga setua ini sangat tersentuh dengan yang namanya tukang sol, ada satu kisah tukang sol saat umurku masih 7 tahun sampai nangiiiiiiiis.

    ::berarti perasaan teteh masih peka ….tapi jangan nangis dunk nanti keyboardnya basah

  5. “Kehidupannya jauh dari hingar bingar politik, dunia selebritis, apalagi hura-hura belanja ke mall. ”
    saya jg pengen hidup sperti itu


    ::ah…bener nih..ayo ikut guwe bertapa

  6. hidUp mank penuh dengan cobaan dan rintangan. yang paLing penting bagaimana qta memaknai nya. tukang sOL diatas merupakan satu dari sekiaaaaaaaaaaaaaaaan banyak orang yang haruz berjuang dengan hidupnya.
    bersyukurlah atas semUa yang qta punyai krn ada rahasia Allah dbalik semua itu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s