Anakku Sayangku

gaya-ola2.jpg

ola-cakep.jpg

Anakku, mungkin kelak engkau akan bertanya mengapa ayah memberi nama Alviola kepadamu, karena aku sangat senang mendengar gesekan tongkat biola dengan dawainya, sebuah alat musik kecil mirip gitar dengan kekuatan dahsyat yang menakjubkan (jika telah berada ditangan seorang maestro biola tentunya). Semoga SANG MAESTRO kehidupan akan memainkan sebuah musik yang indah dalam hidupmu.

Jika dewasa engkau akan menikah dengan seorang pria yang engkau cintai. Karena demikianlah, seorang perempuan dewasa suatu saat kelak akan menikah dan bersuami. Kodrat seorang wanita adalah menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya, dan menjadi pendamping bagi suaminya. Jika engkau sudah berkeluarga maka suami adalah pemimpinmu dalam rumah tangga. Jadi pandai-pandailah bergaul dan memilih calon pemimpinmu (suamimu), agar tidak ada penyesalan dikemudian hari. Jika engkau telah memilih seorang laki-laki sebagai pasangan hidup, berusahalah agar engkau setia dan berbakti.

Dalam perjalanan pernikahan nanti akan ada banyak rintangan dan halangan dalam kehidupan berumah tangga, awalnya sepakat untuk saling menjaga namun jika kasih sayang tiada hadir didalamnya, maka akhirnya saling menjegal dan menyalahkan. Suami yang sibuk bekerja berharap istri mengasuh anak-anak dirumah dan memperhatikan pendidikannya, sementara si istri berharap suami mendapatkan rezeki untuk menghidupi mereka. Tetapi kehidupan tak selalu berjalan mulus, ketika suami di PHK sehingga istri yang tadinya berperan sebagai pengasuh anak saja akhirnya harus bekerja membantu kesulitan suami. Apa yang akan engkau lakukan sebagai istri ?, berikut ini ayah menceritakan tentang dua keluarga dengan sikap yang berbeda:

Keluarga pertama : Istrinya setiap hari hanya bisa menyalahkan sang suami yang di PHK dan mulai berulah karena merasa bahwa suami sudah tidak memenuhi harapannya lagi sehingga gugur kewajibannya sebagai istri. Si suami yang tidak kerasan dengan tingkah istrinya akhirnya merantau kekota lain mencari pekerjaan, merekapun terpisah jauh. Si istri tanpa persetujuan suaminya mengurus surat cerai dan membawa pergi anak mereka dengan alasan kepada pengadilan agama suaminya tak diketahui keberadaannya padahal dia tahu suaminya dimana dan masih mengirimi mereka biaya hidup.

Terjadilah perceraian sepihak, si suami seperti orang gila tidak dapat menemukan anak dan istrinya, sementara dia baru bekerja ditempat yang baru. Si suami bingung jika dia mencari anak dan istrinya uangnya tidak cukup dan pasti dia akan dipecat dari pekerjaannya. Akhirnya dengan memendam perasaannya yang hancur dia hanya pasrah. Menurut pandangan ayah, kedua pasangan itu bersalah atas bubarnya rumah tangga mereka. Anak semata wayang mereka akhirnya menjadi korban dari perceraian itu.

Keluarga kedua : Istrinya berusaha menghibur suaminya, karena dia punya sedikit keterampilan membuat kue dan menjahit maka mulailah ia berjualan kue dan menerima jahitan sekedar untuk menopang kehidupan keluarganya sambil berharap suaminya segera mendapat pekerjaan. Namun setelah tiga tahun tidak mendapatkan pekerjaan suaminya lalu membantu istrinya mengembangkan usaha kue dan jahitan. Sedih dan gembira dilalui bersama anak-anak yang lahir bahagia dengan kerukunan kedua orangtuanya.

Demikianlah anakku, hidup ini tak dapat kita duga akhirnya, seperti ayahmu yang terdampar hingga ke pulau Sumatera dan menemukan belahan jiwanya disini. Begitupun dengan kisahmu tak dapat engkau duga akhirnya, maka dekatilah SANG MAESTRO kehidupan dengan sering-sering menjumpainya dalam waktu-waktu yang telah ditetapkan bagi hambaNya untuk berjumpa denganNya. Semoga dengan demikian, BELIAU akan menyayangimu dan mau membuat skenario kehidupanmu menjadi happy ending walaupun ada juga riak-riak dan onak sebelum dirimu mencapainya namun dengan mengetahui irama musik yang dimainkan oleh SANG MAESTRO dirimu tidak akan salah dalam menjalani kehidupan.

Kelak jika blog ini tidak dihapus oleh si MATT, engkau akan tahu mengapa ayah memberimu nama ALVIOLA.

Thanks for your wordpress Matt !! (Si Matt ngerti kagak ya, guwe bahasa Indonesia)

Iklan

9 pemikiran pada “Anakku Sayangku

  1. Aslkm..pak gimana khabarnya ?

    Subhanallah, ingat anak….
    Berbahagialah pak mendapatkan amanah anak perempuan, banyak keutamaan dlm mendidik anak perempuan

    Seorang Bapak yang mendidik dan memelihara serta berusaha menjadikan anak perempuannya seorang yg mengenal Tuhannya (Sholehah), InsyaAllah balasannya tidak lain adalah SURGA.

  2. Ayahku… tahukah bahwa Ayah sangat berarti untuk kehadiran Viola, semoga dawai-dawai indah akan selalu bernyanyi dihati Ayah dalam membesarkan Viola, semoga sang MAESTRO memberi kita kesempatan lebih untuk terus saling berbagi. Viola bangga dengan Ayah…. *pretending menjadi Viola ON*

  3. Limpo, sebenarnya Viola dan Biola itu sangat beda (dimensi dan peruntukannya), tapi yang lebih praktis dan terkenal memang biola. Tapi anak sayang memang manis dan lucu (pasti seperti ibunya..) nanti kalau besar boleh belajar biola sama om Wahyu, gratis kok.
    Biola itu enak…bisa menghibur, bisa digendong, bisa di belai juga nak. dan kalau lagi kesel bisa dipakai buat nabok orang. nggak kayak piano….berat. Salam Sayang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s