Mata Air

Perjalanan hidup manusia ibarat sebuah mata air yang bening yang berada dipuncak gunung, setiap orang yang menemukannya merasa nyaman dan dapat langsung mereguk airnya. Tidak ada keraguan sedikitpun tentang air yang bersumber dari mata air itu. Perlahan mata air itu menjauh mengikuti alur alirannya menjadi sebuah sungai menuju ke bawah gunung, sepanjang perjalanannya ia membawa berbagai macam kotoran organik. Semakin jauh perjalanan aliran sungai itu maka akan semakin kotor, selanjutnya air sungai tersebut mengalir masuk ke kebun jeruk sehingga airnya masam, masuk ke kebun tebu sehingga airnya manis, masuk ke kebun cabe sehingga airnya pedas dan akhirnya menuju samudra luas. Samudera luas mengubah semua air yang masuk kedalamnya menjadi asin.

Demikianlah perjalanan manusia, ketika lahir dalam keadaan fitrah. Dalam perjalanannya akhirnya memuat dosa-dosa baik kecil maupun besar, sehingga sesuai kodratnya yang fitrah manusia akan selalu mencari “diri” nya yang sesungguhnya. Karena dengan mengenali “diri” nya yang sesungguhnya berarti manusia akan dapat mengerti makna dan hakekat mengapa ia harus hadir dimuka bumi ini. Apakah sekedar hadir didunia tanpa memberi arti dan kesan ?, ataukah makna kehadirannya karena ada sesuatu yang “seharusnya” ia lakukan untuk kemaslahatan bagi dirinya, manusia lainnya, lingkungannya? silahkan anda jawab sendiri.

Percayalah, saya dan anda bukan sekedar kebetulan terpilih sebagai manusia yang terlahir ke dunia tetapi saya dan anda pasti punya “tugas” yang menanti untuk dikerjakan sebelum waktu yang tersedia habis. Silahkan anda cari tugas apa itu, saya sendiri sudah menemukannya.

Salam

Iklan

6 pemikiran pada “Mata Air

  1. Assalaamu ‘alaikum Daeng…
    Benar sekali, bukan suatu kebetulan Allah mentakdirkan kita menjadi manusia. Kita diciptakan dengan membawa tugas, dan tentu saja tujuan. Tugas utama kita adalah menjadi khalifah di muka bumi sebagai perwujudan penghambaan kita kepada-Nya. Dan tujuan dari hidup kita di dunia adalah mencapai kemuliaan untuk hidup di fase selanjutnya, dengan rilda Allah SWT.

    Terimakasih untuk renungannya Daeng…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s