Ada yang Mampu Menunjukkan dimana Tuhan Berada……?

Masalah Tuhan ada atau tidak ada, mungkin tidak akan selesai jika diperdebatkan. Karena ini menyangkut pengetahuan dan keimanan seseorang tentang Tuhan itu sendiri. Saya akhir-akhir ini senang berkunjung ke blog SEBUAH PERJALANAN yah sekedar tukar pikiran, berdebat ringan, melucu, juga memperluas wawasan. Saya hanya agak “takjub” ketika ada seorang komentator yang bertanya di blog tersebut tentang “menunjukkan Tuhan” dan ada Tn. CY yang menanggapi tantangan si penanya, berikut kutipannya :

  1. pencari tuhan Mei 9, 2008 pukul 11:25 pm

    Jika ada manusia di dunia ini yang mampu menunjukkan dimana tuhan berada, dimana surga dan nereka, dimana ruh orang yang mati berada.
    Aku bersumpah akan mengabdikan sisa hidupku mempelajari ajaran agama atau keyakinan orang itu.

    Adakah yang merasa bisa teman-teman semua ? ? ?
    Kayaknya sich nggak ada yang bisa nich.

  2. daeng limpo Mei 10, 2008 pukul 10:59 am

    @pencarituhan
    ada yang bisa membuktikan !, syaratnya : anda harus bisa menangkap ruh manusia yang gentayangan. Sanggup Nggak…? D

  3. pencari tuhan Mei 10, 2008 pukul 12:37 pm

    @ daeng limpo

    emangnya orang itu sudah bisa nangkap ruh manusia yang gentayangan juga ? kok kasih syarat seperti itu.
    jangan-jangan akal-akalannya daeng aja tuch.

  4. daeng limpo Mei 10, 2008 pukul 1:42 pm

    @pencari tuhan
    wakakakakak…semua ada syaratnya mas,
    enak aja mau tahu Tuhan, mau tahu syurga dan neraka, dan tempatnya ruh tetapi gak mau usaha !.
    Ya…syaratnya itu tadi, tulung tangkep ruh yang gentayangan dulu. D
    —-***mbah dukun mode On***—-

  5. CY Mei 10, 2008 pukul 1:57 pm

    @pencari Tuhan
    Saya bisa menunjukkan yg anda mau, masalahnya anda berani ga ke sana?? wakakaka…

  6. daeng limpo Mei 10, 2008 pukul 2:35 pm

    ngakak baca komennya CY diatas, hayo berani kagak! D

Iklan

111 pemikiran pada “Ada yang Mampu Menunjukkan dimana Tuhan Berada……?

  1. wah rupanya disini juga ada temanku yang juga lagi bingung cari dimana tuhan berada. selamat berjuang mencari juga !

  2. Aga kareba….Daeng..!!!
    Saya sarankan sebelum mencari dimana Tuhan berada, sebaiknya cari dahulu dimana koordinat nafas yang setiap saat keluar masuk dalam jasadnya daeng….. selamat berjuang…. Mer….de….ka……!!

  3. Dr.Buty ditanya tentng “Aina Allah”,bliau mnjwb dgn firman Tuhan:”wahuwa ma’akum”,& jgn diprmaslahkn lgi;krn mslh ini Bid’ah & diluar otak kt.

  4. Salam
    Jawaban simple tapi menohok, hmm adakah yang bisa melihat arus listrik, yang ada kita cuma bisa merasakan kalau arus itu ada setelah mengalir menjadikannya lampu bercahaya, TV kita menyala dll 🙂

  5. Kang Daeng,
    sampeyan mo pingin melihat Tuhan…???
    Sini…mendekatlah kepada-KU, gandhenglah tangan-KU…kan kuajak Kang Daeng menemui Tuhan-mu. Mari sini…lebih mendekatlah pada-KU..lalu ku CUBIT pipimu.
    Apa yang Kang Daeng RASAKAN…?? pasti Kakang bilang SAKIT…??

    Kang Daeng PERCAYA sakit itu ada…??. Jika Kakang percaya…
    TOLONG tunjukkanlah kepada-KU…SAKIT itu seperti apa WUJUDNYA…??.

    Kabuuuuuuuuurrrr…..keburu dicubit balik….sakit ahhhhh…

  6. Jika Kang Daeng menunjukkan tanda bekas MERAH di pipimu, Seperti itulah yang bisa kita tangkap dengan kaca mata lahir yang berada di DZAHIR kita. Tetapi apakah bekas tanda merah tadi bisa kita namakan SAKIT…??.

    Jika menatap dan memalingkan WAJAH kita kepada Alam Semesta beserta isinya ini apakah lantas bisa kita katakan bahwa ITULAH WAJAH TUHAN…?? Seperti adanya ayat seperti ini ” Kemana saja kamu hadapkan wajahmu, disitulah WAJAH TUHAN “.

    Jika dalam teks book Kitab-kitab, dikatakan ” DIA yang DZAHIR dan DIA pula yang BATIN “. Bagaimana kita MEMAHAMINYA…?? Dzhair dan Batinnya Tuhan seperti apa..??.

    1. sakit tidak berwujud cuma bisa d rasakan,,,,,trus anda akan bilang klo Tuhan itu seperti sakit bisa d rasakan tp tdak bisa d lihat langsung…..
      trus knp harus ada Tuhan ?
      trus mengapa Tuhan menciptakan manusia?
      trus antara surga neraka dan manusia mana yg d ciptkan dulu?

  7. @hanggadamai
    siap atau tidak siap anda pasti menemuinya !! 😀
    @din
    nyari koordinatnya pakai gradien gak….?
    @Zaki

    Jangan kau pikirkan Dzat AKU, tetapi pikirilah apa-apa yang ada didalam batang tubuhmu….?

    @Yanti
    Syukron Katsiran ya Ukhti
    @Daniel Mahendra
    Alamatnya……..wah mungkin kita harus menyelam dulu……….
    @neyok
    analogi anda mungkin benar, ketika arus listrik saya alirkan kepada sebuah bola lampu yang putus, maka bola lampu itu tidak akan menyala. Bukankah Tuhan bisa menghidupkan orang yang sudah mati…..? atau tidak…..sesuai analogi tersebut….?
    @Santri Gundhul

    Jika menatap dan memalingkan WAJAH kita kepada Alam Semesta beserta isinya ini apakah lantas bisa kita katakan bahwa ITULAH WAJAH TUHAN…?? Seperti adanya ayat seperti ini ” Kemana saja kamu hadapkan wajahmu, disitulah WAJAH TUHAN “.

    samakah analoginya dengan seribu cermin yang saya hadapkan ke matahari…………….lalu apakah saya menyimpulkan bahwa matahari itu ada seribu……?

    bagaimana Aku awalnya memulaimu begitulah kamu kembali kepadaKU

    apakah analoginya demikian :
    awalnya fitrah……kembalinya juga fitrah (bathin)
    ketika mati…..tubuh jadi bangkai (dan Tuhan tidak mungkin menerima bangkai) (Lahir)

  8. Ada yang Mampu Menunjukkan dimana Tuhan Berada……?
    kalau saya kristen, saya akan jawab:
    dikerajaan sorga, milik bapak jesus…

    kalau saya muslim, maka saya akan jawab:
    Tuhan tidak perlu dicari,….
    jadi, untuk apa ditunjukan?

  9. @CY
    wakakakak…akhirnya tuan CY kemari juga 🙂
    @adi isa
    emangnya Tuhan hilang…..? 🙂
    @yoyo
    ah…nonton juga kan berpartisipasi 😀

    1. yang percaya Tuhan Buat janji klu sudah Mati, adakan pertemuan diakhirat membahas kebenaran yang pernah ada dan Tiada tentang Tuhan…

  10. bg muslim tuh ada wali2 mrk yg prnah liat tuhan dlm mimpi(nanya aj sm ulama tasauf), tp syg tetep aja g bs bikin mesin/karya nyata, yg ad cm kitab dokrin2 ttg hal yg g bs dbuktikan scr universal.

  11. Menurut saya tuhan itu tak ada yg ada hanya keyakinan utk membuat dia ada dan utk bwt kita takut akan kejahatan yg telah kita lakukan. Cb saja terus tny kan siapa tuhan dimana dia bgmn wujud nya pasti kamu menemukan jwb berbeda sama ketika kamu menanya kan asal mula dirimu. Atw ras manusia. Pasti yg ckp gak msk akal ms dr adam dan hawa bs jd segini bnyk. Yg agk heran juga ada yg blg asl ny dr ruh yg halus dan tak nampak kemudian timbul nafsu.dan memakan tumbuhan lama2 menumpuk lah. Tp kalau jwban itu sy jg mulai brtanya dr mana asl ruh tanpa nafsu itu. Dan jwban nya pula BANYK NANYA U! MANK NYA GW DUKUN.

  12. HALOOO ADA YANG PERNAH KESETRUM??? PERNAH LIAT LISTRIK ITU SEPERTI APA DIDALAM KEBEL, TAU BENTUKNYA SEPERTI APA?, LOKASINYA DIKABEL SEBELAH MANA?? TERUS KENAPA PERCAYA LISTRIK ITU ADA…..

    SATU-SATUNYA CARA UNTUK TAU TUHAN ITU ADA ATAU ENGGAK…GAK ADA CARA LAIN…LU MATI DULU..BARU TERJAWAB…SEBELUM ITU…GAK USAH KEPEDEAN DAN GAK USAH SOK PINTER & SOK TAU…PEKE MEMUTUSKAN KALO TUHAN ITU GAK ADA SEGALA…MMMBEGOOO ITU NAMANYA…

    PAKE ITUNG-ITUNGAN UNTUNG RUGI AJA..KALO LU PILIH ATHEIS APA UNTUNGNYA KALO TERNYATA TUHAN ITU EMANG GAK ADA…DAN APA RUGINYA KALO TUHAN TERNYATA EMANG ADA (RUGI BANGEEET)

    1. postingnya kan dimana tuhan bung ? makanya pada kepingin tahu. walau di islam ada dalil yg berbunyi kenali tuhanmu sebelum kau kenal agamamu. tu yg di cari ……………ndakda konsep
      Tuhan meliputi alam semesta.” jelas klo universalnya ” di langit,yg meliputi alam ini.nyuwun 1000 klo salah……..

    2. Tuhan ada disetiap hati kita yang percaya….
      Kepercayaaan itu sudah di tanamakan ke kita sejak kita baru terlahirkan…. yang gak percaya adalah kenikmatan tersendiri untuk prinsip ketidak percayaaann dan ketidak tahuannya untuk Tahu tetang Tuhan…. yang sial yang tau Tuhan karena semakin banyak tahu Tuhan dan segala aturannya mau gak mau harus selalu ikut aturannya ya aturan mainnya yaa baik msk sorga yg jahat neraka tujuannya…. Tinggal pilih…. tuhan mengu8ji kita dengan jaminan masuk sorga dan neraka……. yaaa sial klu yg ditakdirkan Neraka BuatKita…

  13. Musa Saw pernah bertemu allah dibalik bukit sina.
    hai Musa Saw janganlah kau berpaling sungguh Aku Allah tuhan semesta alam.Musa Saw saja bertemunya dibalik bukit.Mengapa dibalik bukit hanya Musa yang merasakan bertemu Allah itupun dibalik bukit
    terima kasih

  14. Tuhan ada,tapi kita gak bisa melihat nya
    dihati kita tuhan adaa
    Kalo kamu percaya maka Tuhan ada
    Tuhan akan selalu bersama2 dengan orang yang setia ma dia…
    jadi jangan pernah beranggapan tuhan tidak ada.

  15. tuhan itu esa.. esa itu hudup,,, tidak akan ada tuhan kalau tidak ada hidup,,, tidak akan ada facebook,fs,tv,dsb kalau tidak ada hidup,,
    saran: jgn di cari tapi dirasakan..heheheh,,,hehhe
    lam kenal OLIL

  16. Dia dekat urat nadimu, & akan dekat apabila luh mau ngikutin perintah & Larangan Nya, & perlu diketahui Dia gak butuh kita, lu atau seluruh dunia mau ngikutin atau gak, Dia bisa berkata; Emangnya gue pikirin Cing? itulah kebenaran yg tdk bisa dipaksakan, Allah Maha Besar

  17. Dimana Tuhan???
    Pertanya’an itu tidak pantas di tanyakan karena Tuhan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. untuk di tanyakan “dimana” itu hanya pantas ditunjukkan oleh benda atau makhluk hidup yang tampak. Tuhan tidak Terikat& Tidak Tergantung. Tidak Terikat & Tergantung oleh ruang dan waktu.
    Neraka & Surga?? Tempatnya hanya Tuhan yang tahu. Jika membahas Tuhan pake akal & pikiran tidak akan pernah habis,Pake Iman dan hati di sertai pikiran yang jernih maka kita akan menemukan di mana Tuhan.
    Terimakasih.

    1. ikutan setuju bung h-fid………umur kita tinggal brapa kok tuhan d cari terussssssssss ya klo ktemu.
      klo tidak gak punya tuhan rugi dong, kata bung antiateis…………

  18. Allahu ulumiddin ” Allah berada di alam itu sendiri”
    jika kau meyakini ada kekuatan lain selain kekuatan Tuhan, di alam semesta ini. itu namanya “Musrik”

  19. emang dimana sih Tuhan?kok ga pernah jawab doa2ku?kok aku selalu diberi sakit hatiiiiiii terus..
    kok ninggalin aku sendirian terus,ga ada teman,ga ada sodara,ga ada orang tua,ga ada sahabat,mereka ninggalin aku terus..lalu dimana Tuhan??dimana??apa Tuhan mendengar doa2ku??apa Tuhan itu bener 2 ada?apa Tuhan itu ada??lalu kenapa Tuhan tega melihat aku terus dilukai dan terluka?emangnya aku salah apa?

    aku ga pernah ngerokok,ngedrugs,zina,bunuh orang,korupsi,tapi aku selalu dibiarkan-Nya sendiri…

    1. bagus berarti hime d cintai Allah teruskan doanya,tanda2 orang baik ada padamu,
      moga Tuhan beri kesabaran n keyaqinan iman yg kuat

  20. Mudah-mudahan penjelasan yang ringkas ini dapat memberi manfaat,sehingga merasa cukup dengan semua yang diajarkan oleh Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam dan tidak butuh kepada yang selain itu.

    “…Allah bersemayam di Arsy…”

    A. Dalil Sifat Istiwa’

    Sifat istiwa’ adalah salah satu sifat Allah yang telah Allah Ta’ala tetapkan untuk diriNya dalam tujuh ayat Al-Quran, yaitu Surat Al-A’raf: 54, Yunus: 3, Ar-Ra’d: 2, Al-Furqan: 59, As-Sajdah: 4 dan Al-Hadid: 4, semuanya dengan lafazh:

    ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

    Artinya:

    “Kemudian Dia berada di atas ‘Arsy (singgasana).”

    Dan dalam Surat Thaha 5 dengan lafazh:

    الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

    Artinya:

    “Yang Maha Penyayang di atas ‘Arsy (singgasana) berada.”

    Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam juga telah menetapkan sifat ini untuk Allah dalam beberapa hadits, diantaranya:

    1. Hadits Abu Hurairah rodiallahu’anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

    لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابِهِ -فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ- إِنَّ رَحْمَتِي غَلَبَتْ غَضَبِي

    “Ketika Allah menciptakan makhluk (maksudnya menciptakan jenis makhluk), Dia menuliskan di kitab-Nya (Al-Lauh Al-Mahfuzh) – dan kitab itu bersama-Nya di atas ‘Arsy (singgasana) – : “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemarahan-Ku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

    2. Hadits Abu Hurairah rodiallahu’anhu bahwa Nabi shollallahu’alaihiwasallam memegang tangannya (Abu Hurairah) dan berkata:

    يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، إِنَّ اللهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرَضِيْنَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ، ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

    “Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya Allah menciptakan langit dan bumi serta apa-apa yang ada diantara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia berada di atas ‘Arsy (singgasana).” (HR. An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra, dishahihkan Al-Albani dalam Mukhtasharul ‘Uluw)

    3. Hadits Qatadah bin An-Nu’man rodiallahu’anhu bahwa ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam bersabda:

    لَمَّا فَرَغَ اللهُ مِنْ خَلْقِهِ اسْتَوَى عَلَى عَرْشِهِ.

    “Ketika Allah selesai mencipta, Dia berada di atas ‘Arsy singgasana-Nya.” (Diriwayatkan oleh Al-Khallal dalam As-Sunnah, dishahihkan oleh Ibnul Qayyim dan Adz-Dzahabi berkata: Para perawinya tsiqah)

    B. Arti Istiwa’

    Lafazh istawa ‘ala (اِسْتَوَى عَلَى) dalam bahasa Arab – yang dengannya Allah menurunkan wahyu – berarti (عَلاَ وَارْتَفَعَ), yaitu berada di atas (tinggi/di ketinggian). Hal ini adalah kesepakatan salaf dan ahli bahasa. Tidak ada yang memahaminya dengan arti lain di kalangan salaf dan ahli bahasa.

    Adapun ‘Arsy, secara bahasa artinya Singgasana kekuasaan. ‘Arsy adalah makhluk tertinggi. Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam bersabda:

    فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

    “Maka jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Al-Firdaus, karena sungguh ia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya singgasana Sang Maha Pengasih, dan darinya sungai-sungai surga mengalir.” (HR. Al-Bukhari)

    ‘Arsy juga termasuk makhluk paling besar. Allah menyifatinya dengan ‘adhim (besar) dalam Surat An-Nahl: 26. Ibnu Abbas rodiallahu’anhu berkata:

    الْكُرْسِيُّ مَوْضِعُ الْقَدَمَيْنِ ، وَالْعَرْشُ لاَ يَقْدِرُ قَدْرَهُ إِلاَّ اللهُ تعالى.

    “Kursi adalah tempat kedua kaki (Allah), dan ‘Arsy (singgasana) tidak ada yang mengetahui ukurannya selain Allah Ta’ala.” (Hadits mauquf riwayat Al-Hakim dan dishahihkan Adz-Dzahabi dan Al-Albani)

    Allah juga menyifatinya dengan Karim (mulia) dalam Surat Al-Mukminun: 116 dan Majid (agung) dalam Surat Al-Buruj: 15.

    Dalam suatu hadits shahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa ‘Arsy memiliki kaki, dan dalam surat Ghafir: 7 dan Al-Haaqqah: 17 disebutkan bahwa ‘Arsy dibawa oleh malaikat-malaikat Allah.

    Ayat dan hadits yang menjelaskan tentang istiwa’ di atas ‘Arsy menunjukkan hal-hal berikut:

    1. Penetapan sifat istiwa di atas ‘Arsy bagi Allah, sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya.
    2. Bahwa Dzat Allah berada di atas.

    C. Beberapa Peringatan Penting

    Pertama:

    Istiwa’ adalah hakikat dan bukan majas. Kita bisa memahaminya dengan bahasa Arab yang dengannya wahyu diturunkan. Yang tidak kita ketahui adalah kaifiyyah (cara/bentuk) istiwa’ Allah, karena Dia tidak menjelaskannya. Ketika ditanya tentang ayat 5 Surat Thaha (الرحمن على العرش استوى), Rabi’ah bin Abdurrahman dan Malik bin Anas mengatakan:

    الاِسْتِوَاءُ مَعْلُوْمٌ، وَاْلكَيْفُ مَجْهُوْلٌ، وَالإِيمَانُ بِهِ وَاجِبٌ.

    “Istiwa’ itu diketahui, kaifiyyahnya tidak diketahui, dan mengimaninya wajib.” (Al-Iqtishad fil I’tiqad, Al-Ghazali)

    Kedua:

    Wajib mengimani dan menetapkan sifat istiwa’ tanpa merubah (ta’wil/tahrif) pengertiannya, juga tanpa menyerupakan (tasybih/tamtsil) sifat ini dengan sifat istiwa’ makhluk.

    Ketiga:

    Menafsirkan istawa (اِسْتَوَى) dengan istawla (اِسْتَوْلَى) yang artinya menguasai adalah salah satu bentuk ta’wil yang bathil. Penafsiran ini tidak dikenal di kalangan generasi awal umat Islam, tidak juga di kalangan ahli bahasa Arab. Abul Hasan Al-Asy’ari menyebutkan bahwa penafsiran ini pertama kali dimunculkan oleh orang-orang Jahmiyyah dan Mu’tazilah. Mereka ingin menafikan sifat keberadaan Allah di atas langit dengan penafsiran ini. Kita tidak menafikan sifat kekuasaan bagi Allah, tapi bukan itu arti istiwa’.

    Keempat:

    Penerjemahan kata istawa (اِسْتَوَى) dengan “bersemayam” perlu di tinjau ulang, karena dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan bahwa bersemayam berarti duduk, tinggal, berkediaman. Padahal arti istawa bukanlah ini, sebagaimana telah dijelaskan.

    Kelima:

    Istiwa’ Allah di atas ‘Arsy tidak berarti bahwa Allah membutuhkannya, tapi justru ‘arsy yang membutuhkan Allah seperti makhluk-makhluk yang lain. Dengan hikmah-Nya Allah menciptakan ‘Arsy untuk istiwa’ diatasnya, dan Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan apapun. Wallahu a’lam.

    D. Faedah Mempelajari Asma dan Sifat Allah

    Semoga Allah merahmati Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi yang berkata: “……Ilmu ushuluddin (pokok-pokok agama) adalah ilmu paling mulia, karena kemulian suatu ilmu tergantung pada apa yang dipelajarinya. Ia adalah Fiqih Akbar dibandingkan dengan Ilmu Fiqih furu’ (cabang-cabang agama). Karenanya Imam Abu Hanifah menamakan apa yang telah beliau ucapkan dan beliau kumpulkan dalam lembaran-lembaran berisi pokok-pokok agama sebagai “Al-Fiqhul Akbar“. Kebutuhan para hamba kepadanya melebihi semua kebutuhan, dan keterdesakan mereka kepadanya di atas semua keterdesakan, karena tiada kehidupan untuk hati, juga tidak ada kesenangan dan ketenangan, kecuali dengan mengenal Rabbnya, Sesembahan dan Penciptanya, dengan Asma’, Sifat dan Af’al (perbuatan)-Nya, dan seiring dengan itu mencintaiNya lebih dari yang lain, dan berusaha mendekatkan diri kepadaNya tanpa yang lain……”

    ***

    Referensi:

    1. Al-Mausu’ah Asy-Syamilah, dikeluarkan oleh Divisi Rekaman Masjid Nabawi.
    2. Syarah ‘Aqidah Thahawiyyah, Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi.
    3. Mudzakkirah Tauhid, Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaili.

    Tambahan dari Al-Akh Abu Mushlih:

    Allah Ta’ala bersemayam di atas Arsy. Di dalam ayat disebutkan Ar-Rahmaanu ‘alal ‘arsyistawaa. Secara bahasa istiwa’ itu memiliki empat makna yaitu:

    1. ‘ala (tinggi)
    2. Irtafa’a (terangkat)
    3. Sho’uda (naik)
    4. Istaqarra (menetap)

    Sehingga makna Allah istiwa’ di atas ‘Arsy ialah menetap tinggi di atas ‘Arsy.

    Sedangkan makna ‘Arsy secara bahasa ialah: Singgasana Raja. Adapun ‘Arsy yang dimaksud oleh ayat ialah sebuah singgasana khusus milik Allah yang memiliki pilar-pilar yang dipikul oleh para malaikat. Sebagaimana disebutkan di dalam ayat yang artinya, “Dan pada hari itu delapan malaikat memikul arsy.” Dan Allah sama sekali tidak membutuhkan ‘Arsy, tidak sebagaimana halnya seorang raja yang membutuhkan singgasananya sebagai tempat duduk.

    Demikianlah yang diterangkan oleh para ulama. Satu hal yang perlu diingat pula bahwa bersemayamnya Allah tidak sama dengan bersemayamnya makhluk. Sebab Allah berfirman yang artinya, “Tidak ada sesuatupun yang serupa persis dengan Allah, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11). Oleh sebab itu, tidak sama bersemayamnya seorang raja di atas singgasananya dengan bersemayamnya Allah di atas arsy-Nya. Inilah keyakinan yang senantiasa dipegang oleh para ulama terdahulu yang shalih serta para pengikut mereka yang setia hingga hari kiamat. Wallahu a’lam bish showaab (silakan baca kitab-kitab Syarah Aqidah Wasithiyah dan kitab-kitab aqidah lainnya).

    ***

    Penulis: Ustadz Abu Bakr Anas Burhanuddin, Lc.
    Artikel http://www.muslim.or.id

    1. aku tak berpikir masalah bentuk, rupa, dan seperti apa TUHAN. aku cuma butuh sesuatu yang aku PERCAYA, tempat untuk aku MEMINTA dan KEMBALI nanti. aku tak mau di batasi dengan DOSA dan di IMING-IMINGI PAHALA, aku tak berharap SURGA ataupun NERAKA.

      aku hanya INGIN PUNYA RASA PERCAYA

      1. kuncinya klo orang islam dasar YAQIN IMAN PADA SUMBER JAWABAN QUR’AN & ASSUNAH
        TAMBAH RA’YU KLO KURANG ….OKEY

  21. Sebenarnya bagi orang yang bisa merasakan,Allah itu dekat sekali.Aku selalu sombong,namun Allah selalu menampar ku dengan kasih nya.Membuat aku sadar.Ketika aku tersesat Allah menunjukkan kebesaranya.Kini aku berhadapan dengan realita.Suamiku tak mempercayai adanya tuhan.Dan ini adalah tantangan bagiku untuk membuatnya yakin bahwa tuhan itu ada.Semoga aku bisa membuatnya sadar dan mengabdi pada tuhan Allah maha pencipta.Amin

  22. Anda ingin melihat Tuhan? boleh, miliki dulu kemampuan seperti Nabi Musa As atau Rosullah SWA…
    Apakah Anda sudah mempu melihat, menghitung, mempelajari ciptaan-Nya dari yg terkecil dan terdekat dlm diri Anda? Brp X Anda bernapas, mengedipkan mata, detak jantung, aliran darah, jumlah ucapan, sel2 otak yg bergerak, isi pikiran dlm hitungan detik, DSB?
    Atau Anda sudah bisa melihat ciptaan diluar diri Anda spt: matahari, kedalam laut, isi seluruh tanah, tumbuhan yg hidup, micro organisme, gunung, dsb atau melihat seluruh isi bumi/dunia?
    Atau mungkin juga Anda sudah mampu melihat ciptaan-Nya yg brd diluar bumi spt: planet2, Galaxi, Meteor dan msh byk lg yg tak mgkin diungkapkan semua….
    Bagaimana mungkin kita bs melihat Sang Pencipta klo hal2 kecil saja seluruh indra tdk mampu medeteksi-Nya.
    dgn begitu hebatnya Dia mencipta sekaligus mengatur keseluruhannya secara detail…

    “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)

    “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)

    “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Qur’an, 21:30)
    “Agama dapat menjadi petunjuk yang berhasil untuk pencarian ilmu pengetahuan. Dan agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama. Kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjuk­kan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid. AI-Quran yang berasal dari Allah mendukung ilmu pengetahuan.

    – Prof. Dr. Joe Leigh Simpson

    Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan

    Prof. Molecular dan Genetika Manusia,

    Baylor College Medicine, Houston,

    Amerika Serikat.

    “Nabi Muhammad SAW sebagai buku ilmu pengetahuan dari Allah. ”

    – Prof. Marshall Johnson

    Guru Besar ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi,

    Universitas Thomas Jefferson,

    Philadelphia, Pennsylvania,

    Amerika Serikat.

    “AI-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran, bukti,” dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman. ”

    – Prof. TVN Persaud

    Ahli anatomi, ahli kesehatan anak-anak,
    dan ahli ginekologi kebidanan dan ilmu reproduksi
    di Universitas Manitoba, Winnipeg, Menitoba,

    Kanada.

    “Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. ”

    – Prof. Tejatat Tejasen

    Ketua Jurusan Anatomi Universitas Thailand,

    Chiang Mai

    “…metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. AI-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simpel dan sederhana untuk orang yang sederhana. ”

    – Prof. Alfred Kroner

    Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences,

    Universitas Johannnes Gutterburg, Maintz,

    Jerman.

    “AI-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang, dan masa depan. ”

    – Prof. Palmer

    Ahli Geologi ternama
    Amerika Serikat.

    “llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.”

    – Prof. Shroeder

    Ilmuwan kelautan dari

    Jerman

    “Dengan membaca al-Quran, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta,”

    – Prof. Yoshihide Kozai

    Guru Besar Universitas Tokyo dan

    Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo,

    Jepang

  23. menarik!! susah yah jadi manusia cuma di bekali 5 indra! tapi itu yang jadi andalan manusia utk membuktikan eksistensi Tuhan,Suara yang kita dengar hanyalah kumpulan persepsi2 kemudian di kirim melalui telinga ke otak, warna yang kita lihat hanyalah kumpulan persepsi2!! sebenarnya kita hidup di dunia persepsi yang tak ada kepastiannya!! pernah dengar cerita orang buta mendefinisikan gajah!! klu iya!! seperti itulah kita sekarang mendefinisikan tuhan,dg segala kekurangan yang kita miliki!!
    Siapa pencipta bola lampu?? apakah Thomas A edison kayak bohlam!! ga kan?? Pencipta ga sama dengan yang di ciptakan?? Mohon koreksinya yah!! baru belajar juga nich!!!

  24. yang mau gw tanya apa itu phitecantropus erectus siapa itu darwin?, utk orang yg komen diatas dimana ujungnya jagad raya bukannya 7 lapis aja tuh lgt!

  25. DIMANA TUHAN……?

    JIKA DALAM HATIMU BEDIRI DENGAN KALIMAH FAKIR,HINA ,MISKIN,JAHIL , LEMAH ,(KEHAMBAAN)MAKA KAMU TELAH BERTEMU DENGAN TUHAN KAMU DAN BERGANTUNGLAH KAMU DENGAN SIAFAT KETUHANANNAYA, PINTUNYA MENGAKU TIADA TUAHAN MELAINKAN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD ADALAH PESURUH ALLAH.

    KENAL KESAAANYA KENAL DIA….TAHU DIMANA DIA BERADA…..ITULAH RAHSIANYA….

    TK

  26. Bismillahirrahmaanirrahim,
    Bermula dari pengenalan sifat wajib yang dimiliki Allah, adalah yang Wujud/ada. Setiap yang ada pasti dapat dikenal dan dilihat,kemudian Allah swt mengisyaratkan dalam hadits Qudsyi; “Awwaluddin ma’rifatullah”,awal beragama adalah mengenal Allah. Lalu dimanakah Allah itu berada ?, telah jelas dikatakan “Qolbun mu’minin baitullah”,hati orang mukmin adalah rumah Allah. maka dari itu carilah dihati orang Mu’min atau anda sendiri bagi yang merasa orang Mu’min. Hadits Qudsyi; “Man arofa nafsahu faqad arofa Robbahu”,barang siapa yang mengenal dirinya maka kenallah ia akan Tuhannya”. Lalu Tuhan itu Laisya kamislihi syai’un, tidak serupa dengan Makhluknya…jadi jelas bukan berupa jasad kasar seluruh makhluk,tetapi dalam Surat Annur ayat 35 telah diisyaratkan oleh Allah,bahwa perumpamaan Nur Ilahi itu seumpama Kurungan kaca dimana didalamnya ada pelita,bagai lubang yang tak tembus(kurang lebih seperti itu). Makna dari semua itu adalah isyarat bahwa Pengenalan terhadap Allah itu Mutlak bila kita ingin kembali kepadaNya” Inna lillahi wa’inna ilaihi roji’un”,sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan akan kembali kepadaNya,jadi bukan kembali ke Surga atau Neraka, tetapi tidak juga diartikan bahwa Surga dan Neraka itu tidak ada,malahan kita wajib mempercayai yang Ghaib.
    Permasalahannya adalah,selama ini kita hanya bisa berdebat masalah eksistensi Allah itu sendiri tanpa mau mencari keberadaanNya. Boleh saja keyakinan seperti ini dikatakan sebagai aliran Wihdiatul wudjud,tetapi dalam mencari keberadaan Tuhan hendaklah kita jangan terpaku dengan istilah2 seperti itu saja tetapi akan lebih bijaksana kalau kita melihat apa yang ada dibalik istilah tersebut. Bila Allah itu bersifat wujud, maka Ia pasti ada, setiap yang ada pasti dapat dilihat, dan karena sekaligus bersifat Al-ghoibu maka yang bisa mengenalnya adalah sesuatu yang Ghaib dari kita yaitu Ruh (karena hukumNya dalah Zahir dilihat oleh Zahir,dan Bathin dilihat Oleh bathin) Ingatlah semua itu diciptakan berpasangan.
    Jadi yang bisa melihat Allah adalah diri kita yang Bathin dan hanya bathinlah yang mampu merasakan keberadaan Allah.

  27. Assalamualaikum…..
    Dugh….ternyata ada juga forum kaya’gini..kenapa ga dari dulu ya nemu forum ini…,^_^
    Dialog yang bagus….saya dapat banyak ilmu dari sini..

  28. tidak ada tempat,ruang dan waktu yg tersisa dari keberadaannya tuhan, semua yg ada dilangit dan di bumi itulah tuhan maka di sebut yg maha tunggal,maha besar. itulah yg saya tahu.

  29. assalamu’alaikum wr.wb….ikut nimbrung ah…
    kalo saya baca koment2 diatas sih, saya setuju tuh ama pak H-fidz dan mbak priatna…tidak tepat rasanya jika kita menanyakan keberadaan Tuhan dengan kata “dimana” sebab Tuhan itu tidak terikat oleh dimensi ruang dan waktu, kalaupun dipaksakan demikian, bukankah Tuhan itu Maha Besar (Paling Besar)…? jadi apa ya ada benda/tempat yang lebih besar dari Tuhan? yang kemudian bisa disebut tempat tinggal Tuhan? Atau yang juga menjadi jawaban dari pertanyaan “dimanakah Tuhan…?”
    saya rasa tidak ada, dan memang pertanyaan seperti itu tidak tepat…
    mohon koreksi jika pemikiran saya kurang tepat, karena keterbatasan ilmu yang saya miliki….

  30. Tuhan… Entah apa maksud Tuhan menciptakan kita… Entah apa maksud Tuhan Menguji kita kalau Dia sudah tahu sendiri hasilnya bukankah dia Maha Tahu… Entah apa maksud Tuhan membuat dunia, surga, neraka, menciptakan dunia kemudian menghancurkan di ganti dengan surga dan neraka.. Saat kita berjuang hidup apa sedang dilakukan Tuhan.. Ada yang merasa sangat religius sehingga merasa menjadi kesayangan Tuhan.. Ada yg cuek karena merasa Tuhan tdk pernah menunjukkan wujud aslinya.. Entah apa maksudnya… Bagaimana kalau Tuhan bosan dengan ciptaannya… Bila Tuhan marah bencana menimpa kita.. Tapi bila kita marah kita tdk mampu menghukum Tuhan.. entah entah entah… Tapi satu yang pasti.. ada Sesuatu yang menciptakan kita.. entah itu apa dan tujuannya apa.. entah itu yang dinamakan Tuhan atau entah apa… seribu tahun mungkin semilyar tahun tak akan pernah jawabannya… Mungkin persepsi kita tentang agama, surga, neraka salah atau mungkin benar.. Hanya waktu atau mungkin waktu tdk akan pernah bisa menjawabnya……. pusing…

  31. Alangkah malangnya bagi mereka yang hari gini masih mencari Tuhan, sesungguhnya Tuhan itu ada, mau bukti ? Baca deh blog saya di http://www.looser.tk , insya Alloh jawabannya ada di sana. Tak usah rumit-rumit untuk membuktikan bahwa Tuhan itu ada, cukup kerumitan itu bagi para filosof saja …. berani mampir gak heh para pencari Tuhan ?

  32. dimana tuhan ….? tuhan tidak dimana-mana, tapi ada dimana-mana ( benarkah seperti itu?) yang jelas mungkinkah kita mengenal tuhan ?, masalahnya tuhan adalah keberadaan yang tak terbatas sedangkan manusia keberadaan yang terbatas , mana mungkin keberadaan yang terbatas mengetahui/ mengenali keberadaan yang tak terbatas?

  33. Kitalah tuhan tersebut, itulah rahasia kecil yang terlarang. karena tatanan sistem agama kita yang sudah komplek, jika seseorang kuat memahami ketuhanannya maka ialah menjadi baik, tetapi jika tidak maka hanya akan jadi perusuh. beribu-ribu tahun agama diciptakan sebagai ilusi untuk manfaat semata. Faedah taruhlah kita berkenan. kita makhluk sempurna kita yang menciptakan manusia. Kita yang melaksanakan Hablum minanas, Hablum Minallah,
    sekarang coba renungkan , alangkah baik mana berdoa dengan bahasa yang kita mengerti atau dengan bahasa arab yang awam?
    Timur tengah mengambil keuntungan semata, atas haji, pendapatan lainnya
    Kita semua dihadapan Tuhan, tp apa yang terjadi, di arab pun selalu mebedakan kaum indonesia, mereka sebut kita ahwal (kosong), tetapi sungguh tiada terkira bahwasannya kita lebih berbudi daripada mereka.

    Salam
    Yang kita kuasai hanya kesadaran kita.

  34. wau…ada yang mau mencari dan melihat tuhan ya?
    beberapa orang memang ada yang mengaku sering melihat Nya, ada juga yang mengaku bisa atau sering mendengar suara Nya…tp untuk membuktikannya ya sulit..entah mereka jujur atau bohong juga mungkin cuma dia dan Tuhan yang tau.

  35. Untuk berkomunikasi dengan Tuhan kita menggunakan getaran hati yg mungkin sebagai transceiver penerima gelombang enerji dan informasi yang dipancarkan Dzat Allah yang bersemayam di atas Arasy. Untuk menjawab pertanyaan di mana Tuhan kita perlu memetakan Tuhan dan alam semesta sehingga terlihat dimana titik temunya. Disinilah perlu keberanian karena selama ini tidak disadari orang-orang beragama itu sangat sekuler, memisahkan Tuhan dari hal-hal yang bersifat materi, sehingga ada yang berpendapat Tuhan tidak butuh tempat. Marilah kita buat ilustrasi. Sebelum alam semesta ini ada seluruhnya adalah Zat Tuhan Yang Maha Pencipta belum ada yang disebut ruang kosong. Zat Tuhan yang tak terhingga dan tak terbatas ini harus kita yakini keberadaanNya, kalau tidak berarti kita memilih ruang kosong yang tak terbatas dan terhingga. Tinggal pilih dua alternatif tersebut. Kalau kita pilih Zat Tuhan sebagai posisi baku, maka alam semesta kita ini yang terkurung dalam bola Arasy ini berada di dalam Zat Tuhan. Dari kutub puncak Arasy , Zat Tuhan memancarkan enerji dalam menciptakan dan memelihara alam semesta dengan segala isinya. Sebenarnya dengan model gambar lebih mudah dimengerti. Tapi bagi siapa saja yang ingin tahu lebih jelas bagaimana memetakan posisi Tuhan, cari buku berjudul Kosmologi yang Sebenarnya, Penciptaan Alam Semesta dalam Enam Masa, mudah-mudahan dapat membantu pencarian Tuhan.

    1. mmmm,,,,,,, klo msalh gini sich sbnar.a agama aq mlarang mmbahaz yg ginian ,,,,,,

      oia,, pernah ng antum lhat susu kaleng , susu bndera ,, prnah kn?????
      prnah lhat komposisinya?? prnah jg kn??? kita ambil stu aja dri kmposisinya yaitu gula aja deh,, klo kita menuankn susu it , pasti antum g bkaln mlihat gulax,, ia kn?? tp pazti yakin klo disusu it trdapat gula, mskipun kita tak bsa mlihat gulanya tp secra haqiqi susu itu ada gulanya,,ia kn??
      begitupn dngn than , neskipn kita tak mlihatx tp scra haqiqi tuhan it ad ,,,,, ,,, wkwkwkw

  36. tuhan ada di dalam diri kita sendiri …!!
    bukan di mesjid ,dan bukan juga di langit …
    surga dan neraka adalah suatu poros hidup manusia ,yg kadang susah dan kadang senang …
    ngga ada yg tau roh itu seperti apa atau tempat nanti kita sesudah mati …
    kalau dukun yg bilang .. lu jangan percaya …. berarti lu musrik dong …. kalau ustad yg ngomong yah lu mao aja di bohongin ama orang yg masih idup… payah lu ah ……
    SEKIAN DARI SAYA .. YOGGA

  37. saya setuju dng pernyataan di atas “jika ingin tau tuhan dan dimana Dia berada ,Kenali ciri” yg ada di sekujur tubuh kita”!dimana intinya Tuhan ada dalam diri/Nurani.
    apakah berarti tuhan itu banya….? Tuhan Maha Esa Maha segalnya.
    Ingat saat anda akan berbuat suatu hal yg sebenarnya gak patas atau salah,……..Rasakan mengapa jantung anda berdbar, ada suatu kekawatiran seakan “anda dan anda sendiri saling bertanya Ya Or Tidak saya lakukan?”itu salah satu reaksi Tuhan saat and akan berbuat hal yang tidak baik untuk anda!
    jika anda ingin tau neraka ,lakukan hal yng tidak baik itu maka anda akan tau jawabanya….!
    jika amnda ingin tau surga, lakukan hal yang sesuai dngan hati nurani anda. Lihat dan rasakan keindahan surga….!
    Jangan ber angan” or berfantasi seperti anak kecil di negeri “DONGENG” tentang surga dan neraka. Hal itu yang bikin kita picik/kerdil/jongkok akan kehidupan karna setiap tindakan hanya ber’Orientasi pada suatu imbalan di masa kapan gak tau pasti datangnya.
    Ingatkah anda waktu dalam rahim ibu,apa yang anda rasakan…..?jika anda bisa merasakan kejadian itu berarti anda punya bayangan untuk merasakan ajal/kematian anda!ingat yang di suruh yang hidup,yang bisa merasakan yang hidup,yang punya keinginanpun yang hidup.
    Terimakasih sudah mau membaca,…….selamat mencoba…..!

  38. Hmm… sebenarnya tidak terlalu penting ada atau tidak ada Tuhan. Tentu tidak penting pula usaha – usaha kita para manusia untuk mencari keberadaanNya. So ada hal yang lebih penting dari itu, yakni sebuah pertanyaan mengenai keberadaan manusia itu sendiri. Tidak penting siapa yang menciptakan kita, yang jadi masalah adalah atas alasan apa kita diciptakan. Jika benar Tuhan atau apalah namanya itu memang ada dan benar Dia yang menciptakan kita, mestinya kita harus ‘menuntut’ Dia Sang Pencipta manusia. Kenapa harus menciptakan makhluk seperti manusia dengan segala atribut kebutuhan fisik & nonfisiknya? Kenapa pula manusia harus ditempatkan di Dunia yang serba relatif dan persepsif? Dan lalu setelah itu manusia harus menanggung beban hidupnya di Dunia. Terlebih jika memang Surga & Neraka memang benar ada, atas alasan kedua hal itu lalu manusia dipenjara dengan banyak keterbatasan dalam menjalani hidupnya di Dunia. Andai manusia tidak diciptakan, bukankah tak ada beban hidup? Dengan kata lain, jika kita manusia tidak pernah ada, tentu tak ada pula hiruk pikuk kehidupan negatif manusia semisal; kesengsaraan, kesedihan, kemiskinan, kebodohan, kejahatan, dll??? hehehehehehehe…

  39. singkat saja.. Memang ku tak tau keberadaan tuhan,, tp q percaya apa sebab karna aku tuhan.. Aku hidup karna tuhan.. Dan aku berjalan berkat tuhan.. Tp definisi bahwa tuhan ada di mana mana atau bisa di katakan tidak terbatas.. Sedangkan kita berpikir terbatas.. Jadi pikiran kita yang terbatas ini lah kunci bahwa tuhan itu di pikiran terbatas kita..

  40. Dunia ni bisa diibaratkan segelas susu..
    Nah didalam susu kan pasti ada lemaknya.. Nah dimanakah letak lemak itu? Di atas, di dasar, apa di tengah?…

  41. Awalnya agama mengenal Tuhan ?
    Bagaimana kita bisa mengetahui Tuhan, bila agama TUhan saja kita tidak kenal ?
    Bagi siapapun yang serius ingin tau semua itu, mari kita sharing dengan saya ?
    Tolabul ilmi paridotun …..
    Mantola maulana bigoiri napsihi faqod dolalan baidah …….

  42. memberi sharing no pertanyaan 01. tentang Tuhan, coba simak melalui youtube cari fatwa Yang Mulia Prof. DR. Syeich Saidi Kadirun Yahya, MSc, dengarkan betul-betul penjelasan beliau

    1. dunia ni bagaikan medan perang, siapa yg menang dialah tuhannya…

      tuhannya ayam. peternak ayam. (memberi makan dan menjaga. ^_^)

      semua bagaikan kata2 dan angka, adam adalah manusia pertama. ekkekeke xixxixixxixii.. ada pocong…. ! mengapa ada pocong? nah lo.

      adam lama adam baru.. komputer lama komputer baru.. puzing deh gw.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s