Senja 2

Ini senja pertama di bulan Pebruari, setiap kali kupandangi atap senja, atap yang sama, tetapi selalu punya corak yang berbeda, selalu menarik, apalagi jika atap senja itu kupandangi dari tepi pantai. 
Senja di mana matahari selalu membenamkan dirinya kelaut, aku seperti melihat bidadari-bidadari menjelma ombak, membelai-belai telapak kakiku, menarik-narik hasratku untuk mengikuti mereka mandi.
Perahu yang menjauh, gelap yang merayapi sisa-sisa cahaya, angin yang mendorong-dorong tubuh ringkihku, tak berapa lama, atap senja berganti kerlap-kerlip bintang, dan sebuah suara manja memanggilku, merenda kembali impian-impian yang belum sempat kubawa pulang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s