ENGKAU YANG MAHA

Setiap hirupan nafasku adalah karuniaMU, setiap hembusan nafasku atas ijinMU.   Karena ENGKAU MAHA KAYA, maka tak ada permintaanku yang tak mungkin ENGKAU kabulkan, karena setiap keraguanku pertanda aku meragukan KEMAHAKAYAANMU.   Selama masih ada keraguan di hatiku tentang KEMAHAANMU, selama itu pula doa-doaku semakin jauh dariMU.   (Kontemplasiku)

Iklan

Masa depan

TIada kata lelah dalam benaknya, ia hanya berjalan menyusuri masa depannya. ” Masih adakah masa depan…?”, demikian ia bergumam.  Dalam gumamnya ada keraguan, dalam nada tanyanya ada kebimbangan yang selalu menggelayuti.  Ia terus berjalan menyusuri masa depannya, di ujung pandangannya terlihat masa depan itu, tetapi ketika ia mendekat, masa depan itu justru semakin menjauh.  Ia kokohkan kakinya yang mulai terseok, ia lelah mengejar, ia perlu rehat untuk memulihkan tenaganya.
Ketika ia memasrahkan diri, masa depan menjelma menjadi masa kini.  Ia lebih menikmati permainan hidup, ia tak mengejar lagi, ia menyongsongnya……..

pencarian cinta

Perempuan di dekatku menggerutu dan mengutuki kata-kata cinta, ia merasa jenuh dengan kata-kata itu.  Sepertinya hatinya begitu jauh, dan ia sendiri tak dapat menggapai-gapai lagi, ia hanya melontarkan sumpah serapah, seakan-akan cinta itu sebuah kotoran yang menjijikkan.   Aku memperhatikan wajahnya, ia manis , ada lesung pipinya, bulu matanya lentik dan bentuk tubuhnya ideal menurutku.  Mengapa perempuan semenarik ini begitu mengutuki cinta……? aku pergi dan mencoba mencari jawabnya diantara hembusan angin yang membelaiku, juga diantara malam-malam yang tak lagi berbintang.  Juga diantara doa-doa malamku yang tak lagi khusyu.

Kisah Pagi

Seorang loper koran, berdiri pada sebuah pembatas jalan di traffic light simpang jalan Sudirman dan jalan Nangka, ia mengejar kendaraan untuk menawarkan koran pada seseorang di dalam sebuah mobil pribadi.   Pembeli di dalam mobil itu memberi uang 10 ribu, namun karena tidak memiliki uang kembalian, si loper koran menukar recehan pada kawannya.    Begitu ia kembali, si pembeli dengan congkaknya melemparkan koran itu kearah si loper koran sambil berkata ” aku gak jadi beli, lama kali kau cari duit kembaliannya”,  dan si loper mengembalikan uang si pembeli.  Sebuah pemandangan yang menyakitkan hati di pagi hari.

TERTUSUK DURI

Setangkai mawar yang mekar kugenggam,  harumnya menyebar , kuberikan padamu ketika kita duduk berdua pada sebuah taman bunga.   Ketika kau tertunduk malu, kuangkat dagumu lalu kutatap matamu dalam-dalam, ingin rasanya kuselami isi jiwamu, agar tak lagi kureka-reka, apakah dirimu mencintaiku.

“Wien, lihatlah sepasang burung gereja yang bertengger diatas dahan sebuah dahan ketapang”, ucapku mengarahkan perhatiannya.   Ia menyandarkan kepalanya dibahuku, semerbak harum rambutnya membuatku sejenak moksa.  Kubelai rambutnya yang sebahu, ingin kubiarkan ia tertidur pulas, agar dapat melupakan masa lalu.

Winarti memang memiliki masa lalu, sesuatu yang ingin dilupakannya.  Tetapi kadang memorinya kembali ke masa itu, dan aku hanya bisa berharap jiwanya sembuh dari luka-luka cinta yang telah merobek-robek hatinya.   Lelaki pujaannya berpaling cinta pada wanita lain.  Aku selalu berusaha menghiburnya, karena aku tahu jiwanya sedang rapuh.    Ketika senja berlabuh, kuajak dia pulang.  Ia memegang tanganku erat, seakan tak ingin dilepaskannya.   “Aku akan sabar menunggu jawabanmu”, kataku dalam hati.

Keesokan harinya selepas jam kantor, Winarti meneleponku ingin bertemu.   Aku setuju, akhirnya kami bertemu di sebuah kafe tak jauh dari kantornya.   Setelah kami memesan makanan, ia menatap mataku dan senyum merekah di bibirnya.  Aku merasa bahagia, melihat keceriaannya.   Hari itu menjadi sesuatu yang spesial bagi kami berdua,  ia menyatakan bahwa ia menyukaiku  dan akupun menyatakan hal yang sama.  Aku akhirnya merasakan bahwa kebahagiaan yang dirasakannya, juga adalah kebahagiaanku.   Namun sebuah sms darinya menggugah kesadaranku, “DENI,  HARI INI AKU PULANG KE MAKASSAR.   AKU DIJODOHKAN OLEH KEDUA ORANGTUAKU, DAN AKU MENERIMA PERJODOHAN ITU”.   Isi SMS Winarti itu seperti belati yang mengiris-iris perasaanku, lama aku berpikir mengapa pada perjumpaan sebelumnya ia tak menceritakan ihwal perjodohannya itu..?.  Mengapa ketika benih-benih cinta mekar dihatiku, Winarti justru pergi.   Ternyata aku salah menilai, bahkan ketika aku merasa aku telah memahaminya.

NIGHT

Malam ini kututup buku diary-ku, kurebahkan badanku yang letih.  Kumasukkan diriku kedalam alam mimpi, dimana rohku dan rohmu bertemu.   Hingga matahari membangunkan kita berdua, karena kini tidak ada lagi bunyi kokok ayam sejak semua ayam dibakar karena takut flu burung…………..

Matahari Merah Oranye

Dani kembali ke pantai, bukan sekedar melepas pandangan tetapi ia rindu bergumul dengan ombaknya. Cukup lama ia tak melihat pantai, ia tahu bahwa pantai ini mungkin tidaklah seindah pantai kuta di Bali atau pantai Losari di Makassar. Ia merasa tak seberuntung teman-temannya yang mempunyai penghasilan yang besar dan bisa memilih berlibur ke tempat-tempat yang menyenangkan, ia hanyalah seorang penulis cerita.

Ketika terasa lelah, Dani duduk di tepi pantai melihat anak-anak saling berkejaran diantara gulungan ombak. Tiba-tiba matanya tertuju kepada seorang gadis yang terlihat menyendiri, tanpa sadar tatapan mereka bertemu…sejenak namun penuh makna. Si gadis kemudian berdiri dan pergi, Dani hanya bisa memandangi punggungnya yang menjauh. Dia hanya bisa berharap dan berdoa, semoga dapat bertemu lagi disini, ketika matahari mulai menyelam kedasar laut dan warnanya merah orange.