Dinar Iraq Investasi atau Akal-akalan?

Akhir-akhir ini banyak bermunculan promosi investasi, salah satunya yang sedang menjadi perbincangan adalah Investasi Dinar Iraq. Saya pernah didatangi oleh seseorang yang sudah mengikuti Investasi Dinar Iraq, dia menawarkan kepada saya untuk ikut bisnis tersebut. Waktu itu dia menawarkan Dinar Iraq kepada saya dengan kurs yang 1 Dinar Iraq = Rp. 45 (setelah saya cek lewat internet, rupanya ada yang menjualnya hanya Rp.12 untuk setiap 1 Dinar Iraq). Saya sempat kaget, mata uang Rupiah sepertinya tidak ada harganya sama sekali, masak dengan mata uang Iraq yang dilanda perang saja nilai kursnya kalah. Setelah dihitung-hitung satu set koleksi Dinar Irak dengan nilai Dinar Iraq 41.800 dihargai Rp.1.881.000,-.Untuk lebih meyakinkan saya, ia memberi saya pengandaian yang luar biasa nggak masuk diakal saya, menurutnya sekitar enam bulan lagi mata uang dinar Iraq terhadap dollar akan menguat. Diperkirakan 1 Dinar Iraq = 0.5 USD, jadi enam bulan kemudian duit saya akan menjadi Rp.188.100.000,- (kurs 1 USD=Rp.9.000).

Tetapi saya masih nggak mau percaya, menurut saya tidak mungkin Irak akan mencapai hal tersebut dalam enam bulan ke depan, walaupun pada masa Saddam Hussein masih menjabat Presiden Irak 1 Dinar = USD 3,2. Yang lebih aneh lagi uang Dinar Iraq ini nggak bisa ditukar di Bank termasuk BI. Satu set uang Dinar Iraq itu berupa koleksi beberapa pecahan uang kertas yang jika dijumlahkan nilainya 41.800 Dinar Iraq. Saya mengambil kesimpulan bahwa ini sebenarnya bukan investasi tetapi lebih kepada koleksi mata uang artinya investasinya hanya akal-akalan saja, bagaimana saya dapat mengetahui kalau uang itu tahun depan atau mungkin bulan depan masih berlaku atau tidak ?. Akhirnya saya sampaikan kepada orang tersebut, “maaf , saya senang mendengar Dinar Iraq akan menguat terhadap Dollar namun saya masih cinta Rupiah”.

Menurut pendapat saya jika anda memang mau investasi Dinar Iraq sebaiknya menyimpannya di Bank dalam mata Uang Dinar Iraq, bukannya membeli uang Dinar Iraq

Iklan

S-EFT bisnis pelatihan mengendalikan emosi

Kemarin saya membaca sebuah iklan di koran lokal, kebetulan iklan itu memuat tentang preview S-EFT sebuah pelatihan untuk mengembangkan diri dan menggabungkan 14 macam teknik termasuk kekuatan spiritual untuk mengatasi berbagai macam masalah baik fisik, emosi, pikiran, prilaku. Demikian yang tertulis pada iklan di koran tersebut. Karena kebetulan sprite spirit saya sedang butuh tambahan supplemen, saya mengontak nomor yang tertera di iklan, yang menerima telpon seorang wanita. Setelah saya mendapat penjelasan via telepon akhirnya disebutkan oleh wanita itu bahwa biaya untuk mengikuti pelatihan selama dua hari adalah sebesar 2,5 juta. Waduh monyet buset mahal bener, namun wanita itu menjanjikan kepada saya bahwa dalam pelatihan dua hari tersebut saya akan dapat segera merasakan hasilnya. Jadi saya akan dipinjami DVD berbahasa Indonesia untuk mempelajari sekaligus melihat testimoni dari orang-orang yang telah ikut pelatihan tersebut. Karena penasaran maka saya cari sendiri informasi tentang hal tersebut, dengan menjelajah ke dunia maya. Akhirnya saya menemukan websitenya dan berikut video pornonya promonya (dalam bahasa Inggris) yang saya culik langsung dari website induknya :

Watch the new EFT video

 

Nasionalisme dan Kemiskinan

Masih ingat dengan pepatah dari seorang negarawan paman sam JOHN F. KENNEDY, yang berbunyi :

Jangan tanyakan apa yang telah negara berikan kepadamu tetapi tanyakan apa yang telah kau berikan untuk negaramu

Sebuah ungkapan nasionalis, bahwa seorang warganegara hendaknya bertanya dulu pada dirinya, apa yang telah dia sumbangkan untuk negara ?. Menghubungkan pernyataan tersebut dengan realita di negara kita, apa yang telah kita berikan untuk negara, tentunya jawabannya kembali kepada diri anda dan saya. Jawabannya bisa beraneka macam, ada yang mengatakan bahwa sebagai pengusaha dengan membayar pajak saya telah memberikan pengabdian saya untuk negara, ada juga yang mengatakan sebagai seorang guru didaerah terpencil saya telah memberikan pengabdian saya untuk negara, dan masih banyak jawaban lain yang tentunya tergantung dari apa profesi dan pekerjaan yang anda geluti saat ini.

Lalu tentu sebagai warga masyarakat, kita juga ingin tahu apa kemajuan apa yang telah diperoleh negara kita sejak merdeka enam puluh dua tahun yang lalu , setidaknya dilihat dari tingkat kesejahteraan. Mari kita lihat data BPS dibawah ini tentang jumlah penduduk miskin dan pengangguran, sebagai parameter dari suatu negara yang sejahtera dan adil.

  • Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2007 sebesar 37,17 juta (16,58 persen). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan Maret 2006 yang berjumlah 39,30 juta (17,75 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 2,13 juta.
  • Jumlah penganggur pada Februari 2007 mengalami penurunan sebesar 384 ribu orang dibandingkan dengan keadaan Agustus 2006 yaitu dari 10,93 juta orang pada Agustus 2006 menjadi 10,55 juta orang pada Februari 2007, dan mengalami penurunan sebesar 556 ribu orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2006 sebesar 11,10 juta orang.
  • Jumlah angkatan kerja Februari 2005 mencapai 105,8 juta orang, bertambah 1,8 juta orang dibanding Agustus 2004 sebesar 104,0 juta orang.

    Walaupun secara angka dinyatakan bahwa jumlah penduduk miskin pada periode tahun ini menurun, tetapi dengan jumlah 16,58 % tersebut masih cukup tinggi. Demikian pula dengan jumlah pengangguran terbuka sebesar 10,93 juta orang. Tingginya tingkat kemiskinan dan angka pengangguran diatas menunjukkan bahwa kesejahteraan belum merata.

    Namun mungkin ada sedikit kabar gembira bahwa berdasarkan hasil survei dari Merill and Lynch dan Capgemini dua institusi keuangan Amerika Serikat, jumlah orang kaya di Indonesia meningkat 16 persen menjadi 20.000 orang (27/6)

    Capgemini dan Merrill Lynch mendefinisikan jutawan adalah seseorang yang memiliki kekayaan senilai lebih dari US$ 1 juta dalam bentuk aset finansial seperti uang tunai, ekuitas, dan surat berharga. Itu tidak termasuk aset-aset lain seperti tempat tinggal atau koleksi pribadi seperti barang-barang seni, antik atau koin.

    Jadi kalau dihitung total kekayaan para orang kaya indonesia tersebut serendah-rendahnya sekitar 20.000 juta dollar Amerika atau 20 milyar dollar atau jika dikurskan sekitar 180 trilyun (dengan kurs Rp.9.000/USD) .

    Berharap kepada pemerintahan sekarang untuk dapat segera menuntaskan masalah kemiskinan dan pengangguran juga terasa berlebihan. Tidak tuntasnya kedua hal tersebut diatas pada setiap periode pemerintahan, menyebabkan penumpukan masalah pada pemerintahan selanjutnya. Jadi pemerintahan sekarang sebaiknya mulai menyicil masalah-masalah tersebut, agar pemerintahan selanjutnya tidak hanya bekerja sebagai “tukang cuci piring” atau pemerintahan sekarang tidak dianggap “mencuci tangan”. Karena rakyat memilih presiden bukan untuk menjadi tukang cuci piring dan tukang cuci tangan, tetapi rakyat sebenarnya mencari seorang “nakhoda” yang akan membawa mereka ke satu tujuan yaitu masyarakat yang adil dan sejahtera.

    Nasionalisme tumbuh dari ikatan yang kuat antara Pemerintah dan Rakyat, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Tetapi bila terjadi sebaliknya Berat dipikul Rakyat dan Ringan dipikul Pemerintah (pejabat Negara), maka Nasionalisme perlahan-lahan akan pudar dengan sendirinya, karena ketidak percayaan rakyat. Akibatnya terjadi ketidak puasan yang berujung pada perlawanan dan pemberontakan, karena perut rakyat yang lapar tidak akan kenyang oleh omongan dan ceramah tetapi oleh makanan, dan makanan bisa diperoleh bila tersedia lapangan kerja yang memadai.

    Silahkan anda lihat secara lengkap dalam format pdf. data bps tentang ketenaga kerjaan DISINI dan tingkat kemiskinan DISINI.