Puisi Selamat Tinggal 2007 (2)

Puisi Selamat Tinggal 2007 (2)
Oleh : DG. LIMPO

saat jam berdetak seperti detak jantungku
tik…tak…tik…tak…tik…tak…tik…tak…
saat jam berdentang seperti lonceng kematian
ting…tang…tong…ting…tang…tong…
saat jam dan waktu berkolaborasi
menghabiskan abad demi abad
menghabiskan tahun demi tahun
menghabiskan bulan demi bulan
menghabiskan minggu demi minggu
menghabiskan hari demi hari
menghabiskan jam demi jam
menghabiskan menit demi menit
menghabiskan detik demi detik
menghabiskan 2007
lalu dimanakah detak jantungku
ketika jam sudah tidak berdetak lagi
ketika menit dan detik sudah habis
ketika waktu tak berbatas
di alam abadi

Iklan

Puisi Selamat Tinggal 2007

PUISI SELAMAT TINGGAL 2007 (1)
Oleh DG. LIMPO

aku tertegun melihat waktu yang semakin sedikit tersisa
dalam sederet kisah
kupegang jemari tanganmu pada saat jam tanganku
menunjuk 23:59:59 pada akhir 2007
tahun 2007 telah merenggangkan dekapannya kepadaku
dan juga kepadamu
kita menyimpan segenggaman hati dalam mengurai
kisah sedih dan gembira ditahun 2007
sementara harapan baru menggapai-gapai
lalu menarik kita masuk kedalam dentang waktu 24:00:00
pada dentang waktu itu aku dan kamu
telah berada dalam dekapan tahun 2008
selamat tinggal kenangan
semoga sedih tak berulang dan bahagia menjelang

Refleksi 2007

akuolasaidah.jpg

Di penghujung tahun, aku mencoba bercermin kedalam diri tentang jejak-jejak perjalanan selama tahun 2007. Adakah yang telah aku perbuat bagi keluarga dan orang-orang yang aku cintai, masyarakat di sekitarku, dan diriku sendiri?. Hatiku menjawab tidak!, karena rasanya lebih banyak kesia-siaan hidup yang telah aku perbuat. Lalu aku coba merenungkan tujuan aku dihadirkan ke dunia ini ?, bukankah kehadiranku bukan semata buat diriku sendiri ?. Terkadang lebih mudah mengucapkan suatu kebaikan dibandingkan melaksanakannya. Tahun-tahun yang kulewati seperti angin, tidak ada yang begitu berkesan. Sementara dengan bertambahnya umur maka kematian semakin mendekat, aku merasa perbekalan untuk menghadapi kematian belum cukup untuk sampai ke pintu “surga-MU”.

Maka hamba bermohon, bila takdir umurku ditahun ini , tak sempat melihat anak-anakku hingga mereka dewasa, mohon bimbinglah mereka Ya Allah sehingga menjadi orang yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain disekitarnya. Bila takdir umurku masih dapat menikmati kehidupan ditahun depan, mohon bimbinglah “hatiku” untuk menemukan jalanMU. Aaamiiin.