BINGKAI DOSA

BINGKAI DOSA
Oleh : DG.LIMPO
*****************
Hilang….
Semua telah hilang
Kenangan kecilmu
Punah bersama waktu

Mungkin engkau bertanya
Mengapa kusia-siakan dirimu…?
Akupun tak berdaya
Memberi jawaban

Aku sebenarnya rindu
Ingin memeluk dan membelaimu
Tapi rasa itu terbenam begitu dalam
Hingga tak sanggup bangkit

Hanya setetes air mata
Tanda kecintaanku padamu
Namun apalah artinya itu
Hanya air mata…..nak !

Iklan

CINTA yang TERJAGA

CINTA YANG TERJAGA
Oleh : DG.LIMPO
******************************************
aku menantimu didepan gerbang sekolah
kusiapkan sebuah payung cinta milik kita
kulihat dirimu keluar dari kelas
kusambut dengan debar rindu
senyummu sungguh menawan
mengobati rasa rinduku yang dalam
lalu kukembangkan payung kita
hanya kita berdua dibawahnya
dibawah rajaman hujan yang deras
dirimu menggigil menahan dingin
kusediakan tanganku untuk selimutmu
kusediakan dadaku sebagai api unggun
hendak kemana kita dinda ?
kemana saja yang kanda mau !
aku tertegun….lama merenung
akhirnya ……
biarlah dinda pulang dulu
baju dinda basah kuyup
aku merasa begitu lega
telah melewati godaan nafsu
yang sebenarnya aku juga mau
tetapi ……
biarlah cinta kami terjaga
hingga Tuhan menyatukannya

Anakku Sayangku

gaya-ola2.jpg

ola-cakep.jpg

Anakku, mungkin kelak engkau akan bertanya mengapa ayah memberi nama Alviola kepadamu, karena aku sangat senang mendengar gesekan tongkat biola dengan dawainya, sebuah alat musik kecil mirip gitar dengan kekuatan dahsyat yang menakjubkan (jika telah berada ditangan seorang maestro biola tentunya). Semoga SANG MAESTRO kehidupan akan memainkan sebuah musik yang indah dalam hidupmu.

Jika dewasa engkau akan menikah dengan seorang pria yang engkau cintai. Karena demikianlah, seorang perempuan dewasa suatu saat kelak akan menikah dan bersuami. Kodrat seorang wanita adalah menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya, dan menjadi pendamping bagi suaminya. Jika engkau sudah berkeluarga maka suami adalah pemimpinmu dalam rumah tangga. Jadi pandai-pandailah bergaul dan memilih calon pemimpinmu (suamimu), agar tidak ada penyesalan dikemudian hari. Jika engkau telah memilih seorang laki-laki sebagai pasangan hidup, berusahalah agar engkau setia dan berbakti.

Dalam perjalanan pernikahan nanti akan ada banyak rintangan dan halangan dalam kehidupan berumah tangga, awalnya sepakat untuk saling menjaga namun jika kasih sayang tiada hadir didalamnya, maka akhirnya saling menjegal dan menyalahkan. Suami yang sibuk bekerja berharap istri mengasuh anak-anak dirumah dan memperhatikan pendidikannya, sementara si istri berharap suami mendapatkan rezeki untuk menghidupi mereka. Tetapi kehidupan tak selalu berjalan mulus, ketika suami di PHK sehingga istri yang tadinya berperan sebagai pengasuh anak saja akhirnya harus bekerja membantu kesulitan suami. Apa yang akan engkau lakukan sebagai istri ?, berikut ini ayah menceritakan tentang dua keluarga dengan sikap yang berbeda:

Keluarga pertama : Istrinya setiap hari hanya bisa menyalahkan sang suami yang di PHK dan mulai berulah karena merasa bahwa suami sudah tidak memenuhi harapannya lagi sehingga gugur kewajibannya sebagai istri. Si suami yang tidak kerasan dengan tingkah istrinya akhirnya merantau kekota lain mencari pekerjaan, merekapun terpisah jauh. Si istri tanpa persetujuan suaminya mengurus surat cerai dan membawa pergi anak mereka dengan alasan kepada pengadilan agama suaminya tak diketahui keberadaannya padahal dia tahu suaminya dimana dan masih mengirimi mereka biaya hidup.

Terjadilah perceraian sepihak, si suami seperti orang gila tidak dapat menemukan anak dan istrinya, sementara dia baru bekerja ditempat yang baru. Si suami bingung jika dia mencari anak dan istrinya uangnya tidak cukup dan pasti dia akan dipecat dari pekerjaannya. Akhirnya dengan memendam perasaannya yang hancur dia hanya pasrah. Menurut pandangan ayah, kedua pasangan itu bersalah atas bubarnya rumah tangga mereka. Anak semata wayang mereka akhirnya menjadi korban dari perceraian itu.

Keluarga kedua : Istrinya berusaha menghibur suaminya, karena dia punya sedikit keterampilan membuat kue dan menjahit maka mulailah ia berjualan kue dan menerima jahitan sekedar untuk menopang kehidupan keluarganya sambil berharap suaminya segera mendapat pekerjaan. Namun setelah tiga tahun tidak mendapatkan pekerjaan suaminya lalu membantu istrinya mengembangkan usaha kue dan jahitan. Sedih dan gembira dilalui bersama anak-anak yang lahir bahagia dengan kerukunan kedua orangtuanya.

Demikianlah anakku, hidup ini tak dapat kita duga akhirnya, seperti ayahmu yang terdampar hingga ke pulau Sumatera dan menemukan belahan jiwanya disini. Begitupun dengan kisahmu tak dapat engkau duga akhirnya, maka dekatilah SANG MAESTRO kehidupan dengan sering-sering menjumpainya dalam waktu-waktu yang telah ditetapkan bagi hambaNya untuk berjumpa denganNya. Semoga dengan demikian, BELIAU akan menyayangimu dan mau membuat skenario kehidupanmu menjadi happy ending walaupun ada juga riak-riak dan onak sebelum dirimu mencapainya namun dengan mengetahui irama musik yang dimainkan oleh SANG MAESTRO dirimu tidak akan salah dalam menjalani kehidupan.

Kelak jika blog ini tidak dihapus oleh si MATT, engkau akan tahu mengapa ayah memberimu nama ALVIOLA.

Thanks for your wordpress Matt !! (Si Matt ngerti kagak ya, guwe bahasa Indonesia)

KEMARILAH NAK !

Seorang ayah karena kesibukannya bekerja, hingga melupakan anak kecilnya, tiada waktu buatnya. Hingga si anak dewasa dan sang Ayah tiba-tiba merasa ia telah kehilangan “anak kecilnya”.

KEMARILAH NAK!
Oleh : DG. LIMPO

anakku
mungkin aku terlampau sibuk untuk menyapamu
walaupun setiap hari aku melihatmu di didepanku
fikiranku terlalu penuh berisi angka-angka
walaupun menghitungnya tidak selalu laba

anakku
ketika penatku semakin bertambah-tambah
usiamupun tak terasa terus melangkah
bukan maksudku hendak mengabaikanmu
namun hidup ini seakan tak menyisakan waktu

anakku
kini ketika usiaku sudah memasuki senja
dirimu telah menjadi seorang gadis remaja
aku merindu dapat hadir dimasa kecilmu
sesalku telah kehilangan saat-saat itu

anakku
aku hanya dapat berdoa pada Yang Kuasa
semoga kebahagiaan hidup selalu bersamamu
berharap dirimu mendapatkan pasangan setia
jangan mengulangi ini kisah mengharu biru

LAPAR (puisi untuk korban kelaparan Makassar, Sulawesi Selatan)

stop-kelaparan.png

MENDUKUNG TAHUN ANTI KELAPARAN

LAPAR (Puisi untuk Korban Kelaparan Makassar)
Oleh : DG. LIMPO

tuan, dimanakah harus kucari
sesuap nasi untuk kusantap hari ini
menghiba kami minta dikasihani
agar lepas rasa lapar satu hari
karena janin ini tidak mengerti
mengapa harus menderita begini

tuan, perih perut kami bertapa
habis parau suaraku meminta
badanku lemas perutku meronta
anak dalam kandunganku merana
hanya tulang terbalut kulit derita
setiap hari meminum air mata

tuan, jika dapat aku memilih ini
jangan biarkan anakku lahir disini
negeri apakah ini, kami dibiarkan mati
padahal kami hanya ingin sesuap nasi
begitu mahalkah sesuap nasi
dibandingkan nyawa kami berdua ini?

tuan, begitu pedih jawaban yang kau beri
kau katakan kami adalah para pemalas negeri
lihatlah hidup kami, sejak ayam berkokok pagi
suami pergi menarik becak di kota anging mammiri
pagi hingga malam hari tak ada penumpang lagi
tiga hari kami menanti datangnya rezeki
namun apadaya kami hanya bisa begini
inilah ketentuan yang harus kami jalani
agar manusia punya peduli dan empati

tuan, perih perut kami menahan lapar ini
lebih perih hati kami sebagai manusia bumi
kelaparan dinegeri yang subur makmur ini
toto tentrem kertoraharjo gemah ripah loh jinawi
lalu mati dilumbung beras sulawesi

tuan, disini aku menantimu
dipintu pengadilan hakiki
di hari pembalasan nanti
dirimu yang tak peduli
untuk kumintakan keadilan abadi
kepada Tuhan, Pengadil yang Suci

Maafkan aku ibu, maafkan aku dik yang masih dalam kandungan….hanya bisa begini mengetuk hati sendiri dan kawan yang peduli agar tidak lupa diri, bahwa hidup ini hanyalah bhakti.

KITA BUTUH PERANG

KITA BUTUH PERANG
oleh:DG.LIMPO

di sebuah desa yang dihuni para pemberontak
rumah serta harta benda hancur dan hangus terbakar
mayat berserakan dimana-mana, ratapan terdengar pilu
seorang anak dengan pakaian compang-camping
menangis tersedu diantara mayat yang berserakan
matanya mencari dan terus mencari mereka
orang-orang yang dia kasihi
perang telah merenggut masa depannya
perang telah mencabut kasih dari hatinya
perang telah menghancurkan semua keindahan
dalam benaknya ia tak menemukan jawaban
atas perang yang telah terjadi
mengapa mesti ada perang ?
mengapa orang-orang suka perang ?
mengapa harus berperang ?
anak itu lelah bertanya-tanya
anak itu lelah mencari-cari
akhirnya ia tertidur diantara tumpukan mayat
ia bermimpi bertemu ayah yang dicarinya
dalam mimpi, ayahnya seolah berkata
manusia butuh perang nak…
karena dalam perang
manusia menemukan benci dalam keabadian
karena dalam perang
manusia menemukan kepuasan dalam kebiadaban
karena dalam perang
manusia bisa melampiaskan dendam
karena dalam perang
manusia bisa menumpahkan sedih dan derita
karena dalam perang
manusia bisa merampas kemerdekaannya
karena perang bagi kita
adalah jalan menuju kehidupan setelah kematian
jadi jangan kau kutuk perang
anak itu terbangun
ia melihat mayat ayahnya didekatnya
anak itu tak menangis lagi
ia memeluk mayat ayahnya
lalu berjalan kearah hutan
mengikuti jejak-jejak ayahnya dahulu
untuk menemukan para pemberontak
bergabung dengan mereka
memanggul senjata
merawat dendam kesumat
mengobarkan api kemarahan dalam hati
desingan peluru dan dentuman meriam
menjadi hari-hari yang panjang baginya
hingga berpuluh tahun, ia merasa muak
ayah!!!…mengapa …ada …perang!!!!
ia berteriak sekeras-kerasnya
seakan ingin melepas semua beban derita jiwa
lalu dalam sebuah pengejaran pasukan kerajaan
anak itu tertembak, sebutir peluru menembus dadanya
hingga akhirnya iapun sekarat
antara hidup dan matinya ia masih sempat melihat
ayahnya tersenyum melambaikan tangan
semakin lama semakin dekat
lalu ayahnya mengulurkan tangan
dan anak itupun meraih tangan ayahnya
mereka berjalan menuju sebuah negeri abadi
sebuah negeri yang damai
disini….kita tidak butuh perang nak
kata ayahnya lirih

(Pekanbaru)

TAKDIR PENGELANA

TAKDIR PENGELANA
Oleh : DG. LIMPO

hamba sendiri merasa takjub
di ujung sana tuan bertanya
mengapa hamba ada disini
di kota bertuah negeri junjungan

hamba ibarat pengelana
yang mengikuti peta nasib
dengan kompas takdir
sambil membawa bekal doa
menunggangi tekad dan keinginan

disini di kota bertuah negeri junjungan
hamba bermaksud mampir mengisi perbekalan
namun apa daya jiwa hamba tertambat disini
hingga hamba tak dapat melanjutkan perjalanan

(Pekanbaru, Riau)