Banjir Hari Libur di Tahun 2008

Bukan main hari libur kita ditahun 2008 coba anda perhatikan rinciannya berikut ini :

  1. Sabtu-Minggu (TUNGGU) adalah libur untuk Pegawai dengan sistem 5 hari kerja, berarti ada 8×12=72 hari dalam setahun.
  2. Hari Kejepit Nasional (HARPITNAS) adalah hari libur diantara dua hari libur misalnya rabu libur lalu jumat libur, maka hari kamis itulah sebagai HARPITNAS, berarti ada 8 yaitu tanggal 11 Januari (Jum’at), 8 Pebruari (Jum’at), 2 Mei (Jum’at), 19 Mei (Senin) lalu menjelang Idul Fitri 29 September (senin), 30 September (selasa), 3 Oktober (Jum’at), dan 26 Desember (Jum’at) 2008
  3. Hari Libur Nasional ada 15 hari
  • 1 Jan (Selasa)…………………Tahun Baru 2008
  • 10 Jan (Kamis)……………….Tahun Baru Hijriyah (1 Muharram 1429 H)
  • 7 Peb (Jumat)…………………Tahun Baru Imlek
  • 7 Mar (Kamis)…………………Hari Raya Nyepi
  • 20 Mar (Jumat)………………Maulid Nabi Muhammad SAW
  • 21 Mar (Jumat)………………Wafat Isa Al-Masih
  • 1 Mei (Kamis)…………………Kenaikan Isa Al-Masih
  • 20 Mei (Selasa)………………Hari Raya Waisyak
  • 30 Juli (Rabu)………………..Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
  • 18 Agus (Senin)………………Proklamasi Kemerdekaan RI (karena 17 minggu, peringatannya diundur Senin)
  • 1 Okt (Rabu)…………………..Hari Raya I’ed Fitri
  • 2 Okt (Kamis)…………………Hari Raya I’ed Fitri
  • 8 Des (Senin)………………….Hari Raya I’ed Adha (Qurban)
  • 25 Des (Kamis)……………….Hari Raya Natal
  • 29 Des (Senin)………………..Tahun Baru Hijriah (1 Muharram 1430 H)

Jadi Total Hari Libur Selama 2008 adalah = 72+8+15 = 95 ditambah cuti 12 hari pertahun maka totalnya menjadi 107 hari atau setara dengan3,5 bulan. Sebagai perbandingan adalah hari libur AMERIKA

Lampiran Surat Keputusan Bersama 3 Menteri Tentang Libur 2008 : libur.pdf

Iklan

UNTAIAN DERITA

UNTAIAN DERITA
Oleh : DG. LIMPO

ketika banjir datang dan longsor menimpa
teriakan minta tolong terdengar, orang-orang pergi mengungsi
berlarian, kebingungan, berhamburan, tenggelam, tertimbun
jerit tangis orang-orang kehilangan keluarga, harta dan tempat tinggal
aku duduk menonton dan melihat penderitaan orang-orang itu
terkena bencana banjir, longsor, badai
derita….derita….derita…derita…
berita..berita…berita….berita…berita
dari TV disebuah ruangan yang namanya home theater
ketika mereka tenggelam dalam lelap tidurnya
ketika mereka tertimbun dalam mimpi indahnya
dimana…..aku…..dimana….kamu….dimana …..kita….dimana…. kalian
rupanya sedang berpesta pora merayakan tahun baru
joget, mabok, teriak-teriak, menyalakan kembang api
bersorak-sorak, berkaraoke, bersuka ria
sementara itu………………….
disebuah tempat terkurung banjir
seorang anak diatas atap rumahnya…sendiri….
meniup terompet penderitaan
menyanyikan lagu kesedihan
berjoget kedinginan diterpa angin dan hujan
berpesta dalam dentuman kematian
berkaraoke dengan perut keroncongan
berteriak-teriak menantang mautnya
dalam harap menunggu dewa penolong datang
Ayahnya tertimbun longsor
Ibunya terseret arus banjir
Kakaknya entah dimana
pantaslah…..azab….sengsara…derita…
tiada habisnya menerpa ……
karena doa tercampak dipojok-pojok rumah Tuhan
karena rasa cinta tak mampu lagi menggugah hati
berseraklah untaian derita…

Banjir dan Tanah Longsor akibatkan 120 orang meninggal atau hilang

Diperkirakan 120 orang meninggal atau hilang akibat bencana BATAL (banjir dan tanah longsor) demikian yang kami kutip dari VOA News, Presiden SBY menyerukan pengelolaan hutan yang lebih baik diseluruh negara untuk mencegah tanah longsor pada masa datang.

Sebenarnya seruan SBY tentang hal ini bukan kali ini saja, hampir setiap ada peristiwa BATAL, pernyataan ini terlontar. Namun wal hasil setiap tahun juga bencana semakin parah. Seruan SBY ini semestinya diolah sedemikian rupa oleh instansi yang berwenang seperti Dinas Kehutanan, Dinas PU, Dinas Kimpraswil, Dinas Perhubungan sehingga peristiwa BATAL dapat di eliminir. Dinas tersebut tentu punya catatan dan daftar wilayah rawan banjir dan longsor, sepatutnya sebagai aparat yang “professional” harus mampu merumuskan suatu strategi untuk mengurangi resiko terjadinya BATAL tersebut. Karena seruan tanpa ada tindak lanjut yang memadai oleh para pejabat dan instansi terkait dibawahnya, akhirnya tinggal menjadi “seruan”.
Saya pribadi respek dengan SBY yang terjun langsung melihat bencana-bencana yang terjadi dan melihat kesengsaraan para pengungsi. Saya yakin dengan semakin seringnya SBY melihat bencana yang terjadi, maka feeling SBY tentang apa penyebab yang sebenarnya dari bencana tersebut juga akan semakin tajam. SBY tentu akan tahu mana laporan yang ABS dengan angka-angka yang diterimanya dari lokasi dan mana laporan yang riil. Karena BATAL sudah terjadi maka yang paling penting adalah mengatasi masalah pengungsi dan pencarian korban serta rehabilitasi lokasi yang terkena dampak banjir.
Tahun depan semoga jangan lagi terdengar BATAL akibat hutan rusak, kalau seruan SBY tentang ini masih terdengar juga dilokasi yang sama tahun depan, berarti mereka yang mendengar seruan perlu mengoreksi diri atau bisa juga yang menyeru perlu lebih tegas daripada sekedar menyeru, karena ini menyangkut nyawa dan harta benda rakyat.

Bertobatlah Pejabat Kami

Bencana apa lagi yang belum terjadi di Indonesia dalam tiga tahun terakhir ini, mulai dari tsunami, gempa, gunung meletus, badai, banjir, tanah longsor, hingga lumpur LAPINDO. Bagi masyarakat yang tertimpa bencana kami harapkan segera mendapatkan bantuan yang selayaknya. Bapak pejabat, kasihan masyarakat yang sudah sulit, bantulah mereka segera dan jangan ada lagi penyelewengan-penyelewengan dana bantuan. Bagi oknum pejabat didaerah bencana maupun dipusat yang sering menyunat dana bantuan bencana, bertobatlah pak, dengan sebenar benar tobat. Wassalam.

pilkada dan banjir di Bojonegoro

Tanggal 17 Desember 2007 atau sepuluh hari setelah KPUD Bojonegoro menetapan pasangan Suyoto-Setyo Hartono sebagai pemenang pilkada setempat yang digelar 10 Desember 2007, bencana Banjir menyerang Bojonegoro. Memang nggak ada hubungannya sih, tetapi baik rakyat yang mendukung maupun yang tidak mendukung calon Bupati dan Wabup Bojonegoro tersebut, dapat langsung menguji seperti apa sih tanggapan keduanya terhadap bencana Banjir yang menimpa Bojonegoro. Sebesar apasih kepedulian beliau berdua beserta tim suksesnya dengan rakyat Bojonegoro yang sedang ditimpa musibah dan cobaan yang berat ini?,  hanya rakyat dan masyarakat Bojonegoro yang bisa menilainya.  Semoga saja cobaan ini dapat segera berlalu dan masyarakat Bojonegoro dapat memulai kehidupan seperti biasanya.

DUKA ATAS BENCANA BANJIR, LONGSOR, BADAI

Beribu doa kami panjatkan kepada Tuhan, bagi para korban tanah longsor di Karanganyar yang berjumlah 71 orang, dan di Wonogiri yang berjumlah 15 orang, juga korban banjir, longsor dan badai hampir di seluruh tanah air, yang saat ini sedang menunggu bantuan dan uluran tangan dari masyarakat dan pemerintah. Semoga segera mendapat bantuan. Data kejadian bencana silahkan klik DISINI

Desember 2007: 30 Peristiwa Banjir, Longsor dan Badai (update)

Desember 2007 adalah bulan banjir, longsor dan badai, sepanjang bulan ini saja (hingga 31 Desember 2007) ada sekurang-kurangnya 30 peristiwa banjir, longsor dan badai yang terjadi, datanya sebagian besar kami pantau dari Kantor Berita ANTARA dan Tempo Interaktif, berikut adalah data dan link dari berita tersebut.

  1. 4 Desember 2007 Jakarta Banjir
  2. 4 Desember 2007 Tangerang Banjir
  3. 4 Desember 2007 Aceh Utara Banjir Bandang
  4. 9 Desember 2007 Cilacap Banjir
  5. 12 Desember 2007 Kerici-Jambi Banjir
  6. 14 Desember 2007 Padang Banjir
  7. 18 Desember 2007 Semarang Banjir
  8. 20 Desember 2007 Gorontalo Banjir
  9. 21 Desember 2007 Danau Limboto meluap
  10. 22 Desember 2007Desa Lambongo Porak Poranda akibat banjir
  11. 22 Desember 2007Muara Baru Jakarta diterjang banjir
  12. 24 Desember 2007 Banjarmasin dilanda Banjir
  13. 25 Desember 2007 enam Desa di Toli-Toli diterjang Banjir
  14. 25 Desember 2007 Tiga Warga Hilang akibat Banjir di Padang
  15. 25 Desember 2007 Banjir hanyutkan enam rumah di Pessel
  16. 25 Desember 2007 Setelah Banjir, Kudus dilanda Badai
  17. 26 Desember 2007 Banjir Landa Madiun
  18. 26 Desember 2007 Banjir di Trenggalek
  19. 26 Desember 2007 Banjir di Malang Capai 2 Meter
  20. 26 Desember 2007 Jombang dilanda Banjir dan Tanah Longsor
  21. 26 Desember 2007 71 orang korban tewas tertimbun tanah longsor di Karang Anyar Jawa Tengah
  22. 26 Desember 2007 Ratusan hektar sawah di Madura terendam Banjir
  23. 26 Desember 2007 Banjir Landa Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat, 1 orang hilang
  24. 26 Desember 2007 dua warga kabupaten Malang tewas terseret Banjir
  25. 26 Desember 2007 Korban Banjir di Pacitan di ungsikan
  26. 26 Desember 2007 Sepasang Kekasih tewas tertimbun tanah longsor di Bali
  27. 26 Desember 2007 Satu Keluarga Tewas terkena Longsor di Ngawi
  28. 27 Desember 2007 Banjir Bojonegoro Banjir Terbesar Tahun ini
  29. 31 Desember 2007 Longsor Landa 7 Kecamatan di Pacitan
  30. 31 Desember 2007 Dua Orang Tewas tertimbun tanah longsor di Kab. Semarang

Ada baiknya anda mengetahui lebih lanjut tentang peta daerah banjir dan tanah longsor di Indonesia di SINI. Sebelumnya sudah banyak analisa dan artikel yang memberi peringantan tentang bahaya longsor dan banjir pada periode Des 2007-Januari 2008, seperti artikel INI dan INI. Pesan saya untuk anda yang daerahnya dekat bantaran sungai, agar berhati-hati bila hujan deras, sebaiknya ada diantara anda yang berjaga-jaga, sehingga apabila sewaktu-waktu datang banjir, anda masih dapat menyelamatkan diri. Siapkan ban dalam atau yang lain yang dapat digunakan sebagai pelampung. Saya turut prihatin dengan bencana ini, semoga anda yang didaerah bencana dapat segera mendapatkan bantuan dari pemerintah serta masyarakat yang menggalang dana untuk korban bencana alam.