Ibuku…BUMI

Ibuku Bumi………. ia  memikul beban penderitaan sendiri.  Wajahnya tercoreng moreng, tubuhnya penuh lubang-lubang tikaman, rambutnya habis di gunduli, ia tak pernah mengadukan nasibnya kepada Penciptanya,  semua perlakuan ia terima dengan penuh kasih sayang.  Terkadang ada gundah melanda, dan airmatanya tumpah sehingga bencana dimana-mana.

Ibuku Bumi……..ia harus menahan kesedihannya, sebab kesedihannya akan menghancurkan manusia ..anak-anaknya.

“Ibuku Bumi……….aku ingin tahu……. sampai kapan ibu dapat bertahan dengan penderitaan ini?”,  demikian selalu kutanyakan.  Ia tak menjawabnya hanya desiran angin sepoi-sepoi yang ia kirimkan buatku.

(DG.LIMPO,  2011)

 

Iklan

BENCANA ASAP AKHIRNYA MENJADI RUTINITAS TAHUNAN DI RIAU

Lagi-lagi tahun ini aku harus menghisap asap akibat lahan perkebunan dan hutan yang terbakar, dan ini hampir selalu terjadi beberapa tahun belakangan ini. Alasannya juga selalu ada saja, seakan-akan Riau ini sudah ditakdirkan menjadi tempat pengasapan manusia. Ribuan orang yang menderita akibat asap ini, anak-anak sakit tenggorokan (ISPA) demikian pula orang dewasa termasuk saya sekeluarga menderita akibat asap konyol ini. Setahu saya waktu jaman Pak Harto dulu tidak ada berita tentang asap di Riau, apakah sebenarnya yang terjadi sekarang ini?. Coba anda simak alasan tentang terjadinya bencana asap di Riau DISINI dan indikasi kesengajaan DISINI, juga coba anda baca alasan bencana asap tahun-tahun sebelumnya setidaknya lima sampai enam tahun belakangan ini……bisa anda tebak…….JAWABAN KLISE.

Untuk itu sebagai ungkapan rasa terima kasih atas asap konyol yang saya sekeluarga terima, berikut saya hadiahkan puisi kepada anda yang dengan sengaja mengasapi kami demi perut , harta kekayaan dan kepentingan anda sendiri.

ASAP KONYOL
Oleh : DG LIMPO

kapankah bencana rutin ini akan berhenti
setiap tahun selalu terjadi
setiap tahun beribu alasan dicari
setiap tahun mengisap asap konyol ini
setiap tahun mengekspor asap konyol keluar negeri

apa gerangan solusi
pemimpin sibuk sendiri
berkata itu berkata ini
katanya asap konyol ini
tidak mungkin diantisipasi

aku
anakku
istriku
tetanggaku
susah bernapas karena asap konyol bau

terpujilahlah engkau
demi pundi-pundimu
membakar pohon dan kayu
mengasapi kami semaumu

memangnya kami ini sapi
ingin kau asapi ?
atau kau ingin kami mati
sambil dirimu menari-nari ?

DONGENG KITA dan ALAM

Kutemukan “kataku” diantara kepakan SAYAP

Dongeng Kita dan Alam
Oleh : DG. LIMPO

seorang laki-laki setengah baya
yang wajahnya teduh penuh kasih
berbicara kepada angin
berbicara kepada laut
berbicara kepada gunung-gunung
berbicara kepada hutan-hutan
berbicara kepada binatang dan satwa
berbicara kepada sungai sungai
berbicara kepada hujan
berbicara dengan hatinya

seorang laki-laki lainnya
yang wajahnya penuh gurat nafsu
diam kepada angin
diam kepada laut
diam kepada gunung-gunung
diam kepada hutan-hutan
diam kepada binatang dan satwa
diam kepada sungai sungai
diam kepada hujan
diam dengan hatinya

seorang laki-laki setangah baya lainnya
melihat kehidupan mereka berdua
laki-laki setengah baya
yang berbicara dengan sekelilingnya
hidup dipuncak bukit
dibawahnya mengalir sungai-sungai
mengambil buah-buahan yang segar dan ranum
ditemani harimau dan satwa liar bercanda
dibelai angin yang bertiup semilir
disiram hujan yang menyegarkan alam
dia menikmati surga duniawi
dia yang merawat alam sekitarnya
maka alampun merawatnya

laki-laki setengah baya
yang diam tehadap sekelilingnya
hidup dipuncak bukit yang tandus
semua pohon telah ia tebang
semua satwa telah ia bunuh
angin berhembus menderu
merusak apa yang dilaluinya
hujan lebat turun menghempaskan
kemarahannya
tanah dan bebatuan tak sanggup
menahan kemarahan sang hujan
maka air mencapai puncak bukit
dan sang laki-laki itu
laki-laki yang diam terhadap alam
laki-laki yang diam terhadap hatinya
mati tenggelam karena
tak mendengar suara alam
tak mendengar suara hati

Oh Tuhan …seandainya ia tahu bahwa
hatinya dan alam dapat saling berbicara

(Pekanbaru)

UNTAIAN DERITA

UNTAIAN DERITA
Oleh : DG. LIMPO

ketika banjir datang dan longsor menimpa
teriakan minta tolong terdengar, orang-orang pergi mengungsi
berlarian, kebingungan, berhamburan, tenggelam, tertimbun
jerit tangis orang-orang kehilangan keluarga, harta dan tempat tinggal
aku duduk menonton dan melihat penderitaan orang-orang itu
terkena bencana banjir, longsor, badai
derita….derita….derita…derita…
berita..berita…berita….berita…berita
dari TV disebuah ruangan yang namanya home theater
ketika mereka tenggelam dalam lelap tidurnya
ketika mereka tertimbun dalam mimpi indahnya
dimana…..aku…..dimana….kamu….dimana …..kita….dimana…. kalian
rupanya sedang berpesta pora merayakan tahun baru
joget, mabok, teriak-teriak, menyalakan kembang api
bersorak-sorak, berkaraoke, bersuka ria
sementara itu………………….
disebuah tempat terkurung banjir
seorang anak diatas atap rumahnya…sendiri….
meniup terompet penderitaan
menyanyikan lagu kesedihan
berjoget kedinginan diterpa angin dan hujan
berpesta dalam dentuman kematian
berkaraoke dengan perut keroncongan
berteriak-teriak menantang mautnya
dalam harap menunggu dewa penolong datang
Ayahnya tertimbun longsor
Ibunya terseret arus banjir
Kakaknya entah dimana
pantaslah…..azab….sengsara…derita…
tiada habisnya menerpa ……
karena doa tercampak dipojok-pojok rumah Tuhan
karena rasa cinta tak mampu lagi menggugah hati
berseraklah untaian derita…

Banjir dan Tanah Longsor akibatkan 120 orang meninggal atau hilang

Diperkirakan 120 orang meninggal atau hilang akibat bencana BATAL (banjir dan tanah longsor) demikian yang kami kutip dari VOA News, Presiden SBY menyerukan pengelolaan hutan yang lebih baik diseluruh negara untuk mencegah tanah longsor pada masa datang.

Sebenarnya seruan SBY tentang hal ini bukan kali ini saja, hampir setiap ada peristiwa BATAL, pernyataan ini terlontar. Namun wal hasil setiap tahun juga bencana semakin parah. Seruan SBY ini semestinya diolah sedemikian rupa oleh instansi yang berwenang seperti Dinas Kehutanan, Dinas PU, Dinas Kimpraswil, Dinas Perhubungan sehingga peristiwa BATAL dapat di eliminir. Dinas tersebut tentu punya catatan dan daftar wilayah rawan banjir dan longsor, sepatutnya sebagai aparat yang “professional” harus mampu merumuskan suatu strategi untuk mengurangi resiko terjadinya BATAL tersebut. Karena seruan tanpa ada tindak lanjut yang memadai oleh para pejabat dan instansi terkait dibawahnya, akhirnya tinggal menjadi “seruan”.
Saya pribadi respek dengan SBY yang terjun langsung melihat bencana-bencana yang terjadi dan melihat kesengsaraan para pengungsi. Saya yakin dengan semakin seringnya SBY melihat bencana yang terjadi, maka feeling SBY tentang apa penyebab yang sebenarnya dari bencana tersebut juga akan semakin tajam. SBY tentu akan tahu mana laporan yang ABS dengan angka-angka yang diterimanya dari lokasi dan mana laporan yang riil. Karena BATAL sudah terjadi maka yang paling penting adalah mengatasi masalah pengungsi dan pencarian korban serta rehabilitasi lokasi yang terkena dampak banjir.
Tahun depan semoga jangan lagi terdengar BATAL akibat hutan rusak, kalau seruan SBY tentang ini masih terdengar juga dilokasi yang sama tahun depan, berarti mereka yang mendengar seruan perlu mengoreksi diri atau bisa juga yang menyeru perlu lebih tegas daripada sekedar menyeru, karena ini menyangkut nyawa dan harta benda rakyat.

Bertobatlah Pejabat Kami

Bencana apa lagi yang belum terjadi di Indonesia dalam tiga tahun terakhir ini, mulai dari tsunami, gempa, gunung meletus, badai, banjir, tanah longsor, hingga lumpur LAPINDO. Bagi masyarakat yang tertimpa bencana kami harapkan segera mendapatkan bantuan yang selayaknya. Bapak pejabat, kasihan masyarakat yang sudah sulit, bantulah mereka segera dan jangan ada lagi penyelewengan-penyelewengan dana bantuan. Bagi oknum pejabat didaerah bencana maupun dipusat yang sering menyunat dana bantuan bencana, bertobatlah pak, dengan sebenar benar tobat. Wassalam.

DUKA ATAS BENCANA BANJIR, LONGSOR, BADAI

Beribu doa kami panjatkan kepada Tuhan, bagi para korban tanah longsor di Karanganyar yang berjumlah 71 orang, dan di Wonogiri yang berjumlah 15 orang, juga korban banjir, longsor dan badai hampir di seluruh tanah air, yang saat ini sedang menunggu bantuan dan uluran tangan dari masyarakat dan pemerintah. Semoga segera mendapat bantuan. Data kejadian bencana silahkan klik DISINI