Celoteh senja

DIk, mengapa hidup terkadang terasa begitu nikmat. Namun juga terkadang begitu pahit….?, Ah…. serasa kopi buatanmu……

Iklan

KURINDU PANTAIMU

Oleh: DG. LIMPO
*********************************
ketika akan melangkahkan kakiku keatas perahu
kudengar sayup-sayup suaramu memanggilku
aku melihat kearah suaramu yang semakin nyaring
kau berlari-lari kecil mendekat kearahku
aku berhenti sejenak menunggumu

saat kita berdua saling berhadapan
kau raih jemari tanganku
aku merasa tanganmu begitu dingin
dinginnya menjalari tubuhku
kuremas jemarimu yang lembut
menyalurkan sedikit kehangatan
kudekap erat tubuh mungilmu
agar perasaanmu tenteram

kaki kita tersapu oleh ombak di pantai
senja membayang dan wajahmu memerah
seakan jiwamu berat melepasku pergi jauh
bukankah telah kusampaikan kesetiaanku
bahwa cinta ini hanya untukmu seorang
walaupun beribu godaan mendatangiku
diriku tak akan berpaling……….

kulepas perlahan dekapanku
kuseka bulir-bulir airmatamu
kulangkahkan lagi kakiku menuju perahu
kukembangkan layarnya lalu kuangkat sauh
angin membawa perahu dan nasibku
kulambaikan tanganku kepadamu
sambil berteriak lantang………
tunggulah………………………
aku akan kembali untuk mencumbumu…

kini aku kembali bermesraan dengan ombak
pasrah pada angin yang membelai-belai
terbangunkan oleh tamparan badai
perahuku dicumbu oleh laut lepas
kerinduanku terobati……..
aku harus mencapai pantai lagi ….. 😀

**********************************************

Gambar (sumber) :

CELOTEH BURUNG

CELOTEH BURUNG
Oleh : DG. LIMPO
************************
aku terbang melintasi cakrawala
hinggap diatas pohon-pohon yang tinggi
melewati sungai yang meliuk-liuk
menghuni hutan-hutan yang lebat
bercengkrama dengan satwa lain

itu dahulu kala…………..
kini aku tak lagi tinggal disana
hutanku telah habis
pohon-pohon telah musnah
sungai-sungai telah kering
kawan-kawanku telah binasa

aku pergi ke kota-kota
hinggap pada kabel-kabel
hinggap pada tower-tower
begitu asing suasananya
panas…membakar…debu
polusi udara dimana-mana
tidak seperti hutanku yang teduh

disebuah rumah tua…
aku tertangkap seorang bocah
lalu dijual kepasar burung
kini menghuni sangkar emas
diberi makan dan minum setiap hari
namun apalah guna semua ini
jika kebebasan tak kumiliki lagi

akhirnya ………
kupilih mati di dalam sepi…. 😦