Di Dalam Gelapnya Malam

DIDALAM GELAPNYA MALAM
Oleh : DG.LIMPO

Ya Allah segala puji bagi-Mu penguasa semesta alam
ketika semua orang terlelap dalam mimpi
aku menyendiri dalam gelap dan hening dimalam sunyi
bertafakkur mengingat-Mu
yang seharusnya aku puji selama hidupku
kuhabiskan selama umurku banyak memuji ciptaan-Mu
aku memuji kitab-Mu yang tertulis
tetapi tidak menjadikan diriku sebagai cerminan kitab-Mu
aku menyembah-Mu dalam shalat sekadar lepas kewajiban
aku beramal karena sekedar riya dan prestise
aku berhaji sekedar wisata dan memperoleh gelar
aku berpuasa sekedar mendapat lapar dan dahaga
aku kehilangan makna berserah diri kepada-Mu
karena masih terpaku antara surga dan neraka
masih terpaut pahala dan dosa
masih berharap pujian sesama
hanya hati “kecil” ini yang dapat menerima kuasa-Mu
malam ini kutundukkan wajahku…
kutundukkan hatiku untuk berserah diri kepadamu
didalam gelapnya malam, aku mencari cahaya-Mu
didalam gelapnya malam, aku melepas selimut dosa
didalam gelapnya malam, aku bentangkan tikar doa
didalam gelapnya malam hanya Engkau yang terang didalam hatiku………
jiwaku terasa teduh…sejuk…damai…kasih…
kutanggalkan semua bebanku, kuserahkan kepada-MU…
dalam Kuasa-MU…
Allah…Hu…Allah…Hu…Allah…Hu…Allah…Hu…Allah…Hu…Allah…Hu…Allah
Hu…Allah…La..Ilaha…Illa..Allah…

Iklan

Hati Kecil (BUDI)

Tuhan menaruh semacam radar dan peralatan untuk berkomunikasi dengannya didalam anggota tubuh kita yang bernama “hati kecil”. Pernahkah anda mengalami suatu peristiwa dimana anda menemukan sebuah dompet atau barang yang jatuh atau tertinggal di jalan atau dimana saja ?. Coba anda jawab siapakah yang “berbisik” melarang anda untuk mengambilnya, karena barang itu bukan milik anda? lalu yang berbisik kepada kita melalui hati itu siapa ?. Jadi asah ketajaman hati kecil anda, jangan anda benamkan dalam lumpur hitam, karena hati kecil anda adalah harta anda yang paling berharga.

Aku menyebutmu..Tuhan

Banyak tebing-tebing terjal kehidupan yang telah kulalui, tak terhitung lagi lorong-lorong kegelapan yang kuterobos, dan tak dapat kusebut lagi karena semua yang membacanya akan memakiku sebagai bangsat…..jahannam….. tetapi dihadapanMu aku tertunduk lemah lunglai, kekuatan tubuhku hilang dan semangatku melayang seperti kapas tertiup angin. Aku tertunduk lesu lalu bersimpuh dihadapanmu, mencium tanah dimana setiap hari orang lalu lalang memijaknya. Kepalaku sudah berada dititik nadirnya, bahkan lebih rendah dari seekor semut yang berjalan diatasnya. Tak kusadari airmataku meleleh, cengeng…..tetapi aku tak dapat menahannya, ibarat aliran sungai mencari muaranya.

 

Sudah begitu lama tak kusebut namaMu, aku terombang-ambing diantara lautan kesibukan duniawi yang membenamkanku. Padahal KehendakMu telah mengatur semua urusan , tetapi aku lupa memohon keridhoanMU. Malam ini aku kembali bersimpuh dihadapanMu diantara kesunyian malam, dimana semua orang sedang melepaskan penatnya atau sedang bercengkrama. Aku tersadar dari masa laluku, sejak orang-orang yang kucintai meninggalkanku disaat aku sedang dipuncak kejayaan semu manusia. Aku gagal memiliki hati mereka, bahkan aku tak mengerti keinginanku sendiri kepada mereka. Aku hanya terpenjara dalam tumpukan dosa dan harta yang kuanggap dapat membeli seisi dunia ini.

 

Aku merasa lebih bahagia disaat kekurangan menerpa hidup, disaat hidup menuntut ketabahan dan kesabaran. Aku rindu kenikmatan disaat menolak dosa. Aku rindu masa-masa menjadi pegawai negeri dengan gaji pas-pasan, disaat anakku sedang sakit aku bisa menolak sogokan dari rekanan kontraktor di kantorku. Tetapi waktu akhirnya mengalahkanku , disaat jabatan telah aku raih maka segalanya berubah menjadi terbalik. Aku tak pernah malu-malu lagi untuk meminta persenan dari rekanan kontraktor agar pekerjaannya lancar. Aku tidak malu lagi memakai pakaian dan kendaraan yang kudapat dari uang suap. Seiring dengan itu, aku gemar pergi ke tempat hiburan malam menghabiskan waktu dan uang. Benar-benar jahannam……

 

Setelah semuanya telah pergi dari sisiku, maka tinggallah aku dengan botol-botol minuman keras yang selalu mengisi hari-hariku. Kuanggap ini adalah pelarian terbaik, tetapi aku justru semakin salah memilih jalan . Hingga aku tersadar saat tiba-tiba aku terkena stroke ringan. Setiap saat bayang-bayang masa lalu mengusik tidurku, aku mulai mendekatimu karena hanya Engkau yang mau mendengar keluh kesahku, hanya Engkau yang selalu memberiku jalan keluar, hanya Engkau yang selalu didekatku tanpa terlihat, hanya Engkau yang selalu mengabulkan doaku tanpa kusadari.

 

Malam ini aku menyebut namamu…..Tuhan…………, lalu aku bersujud……bersimpuh dan memohon……..dibawah besarnya Kasih Sayangmu …aku berdoa…hening…, sayup-sayup terdengar gema suara azan Subuh menyadarkanku. Kubasuh muka untuk kembali memenuhi panggilanmu, dan ketika fajar menyingsing aku berharap kebahagiaan akan kembali menghampiri hidupku .