Kuratapi Ranah Minang

BY : DG.LIEM

Tuhan…

Dulu..

Kurasakan belaian  angin semilir di ranah minang

Belaiannya begitu halus , hembusannya ringan

Kini angin tak lagi membelai

hembusannya  membawa aroma anyir darah

Tuhan…

Dulu..

Kudekap gunung-gunung yang menjulang

Gunung yang mengokohkan semangat

Kini tak sanggup lagi ia menopang langit

Tuhan…

Dulu..

Kuberbisik pada ngarai-ngarai yang terjal

Tentang misteri keindahannya yang abadi

Kini aku melihatnya bercampur ngeri

Tuhan…

Dimanakah ENGKAU  kini…?

Kami mencariMU ketika sukma kami meregang..

Kami memanggilMU dalam kengerian sangat..

Bilakah kuasaMU datang..?

Meredakan kengerian, kepiluan dan rasa sedih

Lalu akupun mencumbu Danau Singkarak

Berharap ia tenang………

Lalu bumipun ikut  tenang…………….

Iklan

DUA MENIT di PADANG (by: DG.LIEM)

Di Padang pada sebuah sore

Dua menit geliat bumi dalam angka tujuh koma enam

Jerit pilu mengiringi dua menit yang mencekam

Ratusan nyawa tercerabut dari raganya selama dua menit

Jutaan orang menyebut Tuhannya dalam dua menit

Cukup dua menit Tuhan….

Jangan tambah sedetikpun lagi………

Derita Gempa di PADANG (2)

Yang dimiliki oleh manusia sebenarnya hanyalah cinta, tanpa cinta manusia tidak memiliki apa-apa, bahkan mungkin tidak pernah ada.  Untuk itu sebagai rasa cinta ….mari kita bantu korban gempa di sumatera.  Salurkan bantuan anda melalu lembaga-lembaga sosial yang punya kredibilitas, atau jika anda punya kesempatan datang ke lokasi bencana dan menyerahkan sendiri bantuannya……..salam.

DERITA GEMPA DI PADANG (1)

Derita apalagi yang ingin kau ceritakan dik.? Semua cerita kusam negeri ini telah terserap dalam bumi…?. “Tetapi mengapa orang-orang ini yang harus mengalami penderitaan bang..?”, tanya istriku. Aku tertegun…masih mencari jawabannya, ditengah reruntuhan bangunan dan manusia-manusia yang menjerit meminta pertolongan. “Mengapa harus bertanya dik…..mari kita singsingkan lengan baju”, jawabku menghindar dari pertanyaannya.

Bertobatlah Pejabat Kami

Bencana apa lagi yang belum terjadi di Indonesia dalam tiga tahun terakhir ini, mulai dari tsunami, gempa, gunung meletus, badai, banjir, tanah longsor, hingga lumpur LAPINDO. Bagi masyarakat yang tertimpa bencana kami harapkan segera mendapatkan bantuan yang selayaknya. Bapak pejabat, kasihan masyarakat yang sudah sulit, bantulah mereka segera dan jangan ada lagi penyelewengan-penyelewengan dana bantuan. Bagi oknum pejabat didaerah bencana maupun dipusat yang sering menyunat dana bantuan bencana, bertobatlah pak, dengan sebenar benar tobat. Wassalam.