Kelahiran

Kelahiran adalah sebuah perjalanan panjang, bagaimana seorang wanita dapat bertemu seorang pria dan mengikrarkan rasa suka mereka dalam sebuah ikatan pernikahan maupun tanpa ikatan pernikahan.  Bisa juga terjadi sebuah pemaksaan kehendak, ataukah siasat sehingga seorang wanita di perkosa atau sebaliknya, dan dengan ikhlas ataukah terpaksa harus merawat bayi yang dikandungnya hingga kemudian lahir.   Bagaimana anda bisa bertemu dengan pasangan ataukah suami/istri anda sekarang….? sungguh sebuah perjalanan yang manis.

Dan setiap anak yang lahir akan menjalani dan meniti hidup sebelum akhirnya ruhnya kembali, dan jasadnya hancur didalam tanah ataukah menjadi abu.  Jika kita terlahir dengan ruh yang suci (belum mengenal dosa), maka tentu kembalinya ruh kepada si EMPUNYA juga harus bersih.  Disinilah rahasia terbesar hidup, untuk apa kita hidup….? untuk menyembah Tuhan, lalu dimana Tuhan….? jika aku menyembahNYA tentu aku harus tahu dimanakah DIA berada….? jika aku menyembah sesuatu yang tidak nyata bukankah aku justru musyrik…? dan kemana harus kuhadapkan wajahku…?, ke Kakbah…benarkah DIA berada disana…? .  Tuhan aku percaya ENGKAU ada, tetapi apakah dengan percaya itu cukup…?

Iklan

Gadis di Ujung Hutan Jati

Gadis di UjungHutan Jati

Oleh:DG.LIMPO

+++++++++++++++++

Senja menorehkan lukanya

Semilir angin melewati hutan jati

Pohon-pohon jati meranggas mati

Di Maron sebuah desa yang sepi

Seoarang gadis duduk gelisah

Menanti datangnya kekasih

Matanya nanar menatap cakrawala

Senja yang redup menatapnya lara

Disini…di ujung hutan jati

Ada kerinduan mengetuk hati

Pondok kecil tempat bercengkrama

Adalah saksi berpadunya dua jiwa

Bilakah engkau datang sayang ?

Saat hutan jati habis ditebang ?

Tak lagi tersisa sebuahpun kenangan

Lalu senja hilang dalam kegelapan

Sang gadis mati dalam kerinduan

Dibawah bulan purnama yang terang

Jiwanya terbang melayang-layang

Mencari sang kekasih di antara awan

 

MAUTku

MAUTku

Oleh : DG.LIMPO

********************

Inikah maut itu ?

Sebelum ia menjemputku

Selalu kukenang masa lalu

Setiap episode hidupku

Membayang dipelupuk mata

Masa kecilku

Masa remajaku

Masa tuaku

Berlalu tanpa dapat kusentuh

Aku hanya melihatnya saja

Lidahku kelu mengucap

La..ilaha…illallah….

Mulutku terkunci mati

Seorang wanita mirip ibuku

Memanggil-manggil….

Memalingkan aku dari

La…ilaha..illallah

Seorang pria mirip ayahku

Menggapai-gapaiku

Memalingkan aku dari

La…ilaha …illallah

Tuhan….aku lupa namaMU

Tuhan…bahkan aku lupa namaku

Yang kuingat hanya episode itu

Orang-orang menuntunku

Mengucapkan Tahlil

Aku tersenyum……

Seorang wanita cantik

Memalingkanku dari

La…ilaha…illallah

Sepenggalan nafas lagi

Tuhan….

Ampunilah aku…..

Lalu mati…….

Dimana ini….?

Tuhan…

Berilah aku lentera

Disini gelap…..

AKU RINDU TUHAN

Kutemukan “kataku” di kepakan “SAYAP

AKU RINDU TUHAN
OLEH : DG.LIMPO

aku gemetar mengetikkan
kata ini…ini hanya kata
bukan puisi bukan sajak

aku bukan penyair
bukan pujangga
aku manusia biasa
sepertimu
yang haus
untuk bertemu Tuhan
pernahkah engkau bertemu Tuhan
ketika dirimu masih hidup ?
aku ingin menemuiNya
sebelum aku mati
siapa berkata
aku harus mati
baru dapat menemuiNya?

(Pekanbaru, dalam dekapan malam)

Ijinkan Aku Mati

Anda tentu pernah mendengar kasus Ny. Agian Isna Nauli, seorang pasien yang lumpuh total setelah melahirkan anak keduanya (detikcom,27/9-2004). Karena sudah putus asa dan tidak tahu lagi harus berbuat apa, sang suami Hasan Kusuma mengajukan permohonan penetapan euthanasia (suntik mati) atas istrinya kepada Pengadilan Jakarta Pusat (detikcom, 22/10-2004). Ia kemudian menceritakan kisah sedihnya tersebut dalam sebuah wawancara khusus (detikcom,07/09-2004).

Saya sendiri melihat kasus ini sebagai sebuah kisah yang benar-benar menyedihkan, bagaimana seorang suami harus menghadapi situasi dan pilihan yang sulit didalam keterbatasan finansial. Hingga harus mengambil keputusan untuk bermohon penetapan suntik mati (euthanasia) kepada pengadilan, hal ini didorong rasa kasihan dan tidak sanggup lagi menanggung beban biaya pengobatan.

Hal diatas menggambarkan betapa berharga kesehatan bagi kita, ingatlah disaat anda bokek tetapi anda masih sehat, hal itu adalah karunia, berarti anda masih punya kesempatan untuk mengisi hari-hari anda dengan aktivitas yang dapat mengisi kantong anda yang kosong. Jangan bebani pikiran anda dengan hal-hal yang rumit hingga anda sakit, carilah sesuatu yang menyenangkan dalam hidup ini sehingga jiwa tidak tertekan oleh keinginan yang dipaksakan atau berlebihan. Bagi seorang muslim, jalan yang terbaik bila musibah datang adalah dengan berserah diri kepada sang Khalik, mengatakan ini mudah tetapi pada kenyataannya bagi sebagian orang susah karena egonya masih menguasai dirinya. Saya berharap setiap orang akan mengatakan “IJINKAN AKU HIDUP”, jangan ada lagi orang yang berkata “IJINKAN AKU MATI”.