Penantian Terakhir

PENANTIAN TERAKHIR
Oleh : DG. LIMPO

Kunanti dirimu kekasih
ditengah gerimis hujan
pada sebuah taman bunga
diujung kota kembang

mendung menggelayut
suara petir menggelegar
aku tetap disini ditaman ini
bertudungkan payung

menanti kehadiranmu
tempat ini penuh kenangan
disini pertama cinta bertaut
juga pertama kita bertemu

namun hingga senja menjemput
tiada kabar darimu yang tiba
telephone dan smsku
tiada berbalas juga

ditengah hujan gerimis ini
menjadi penantian terakhirku
dari semua kisah yang terajut
sejak itu tiada lagi berita darimu

Iklan

Penantian diujung Senja

Oleh : DG. LIMPO

Aku berdiri di ujung dermaga ini
menatap laut yang luas
menanti kapal merapat membawa kekasih

Senja menjelang dan sebuah kapal menuju dermaga
kucari dirimu diantara penumpang yang turun
Aku benar dilanda kasmaran yang sangat
Peluh dan penat yang mendera tiada terasa
Karena batinku bahagia dalam penantian
Yang akan segera berakhir

Satu demi satu penumpang turun
Sehingga penumpang terakhir turun
Namun tak kutemukan dirimu

Aku memalingkan wajahku dari laut
Dan senja yang semburat merah
Mereka seakan mengolok-olok aku

Aku sedang butuh dirimu
Belaianmu……..
Kehangatan pelukmu……..
Aku ingin bersandar didadamu yang bidang
Lalu mendengar ocehanmu tentang laut, pantai, dermaga, angin, ombak, pulau-pulau yang kau singgahi, dan orang-orang yang kau temui diperjalanan

Sudah ribuan senja kulewati di ujung darmaga ini
Kini bersama wanita titisanmu aku kembali menantimu
Kami mencintaimu meski akhirnya hanya bayangan senja yang menyambutnya
Pulanglah kekasih, pulanglah ayah, karena tulang rusuk adammu sedang mencari tubuhmu

(Pekanbaru 2007)