PROGRAM 100 HARI

KPK VS POLISI+JAKSA (hari pertama)
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY
KPK VS POLISI+JAKSA , CENTURY, DEMONSTRASI (hari ke 100)

Iklan

INDONESIA PUNYA ANGGODO YA PAK…?

Seorang anak kecil sedang nonton tv bersama bapaknya.

ANAK : Pak, negeri kita ini punya siapa ya…?

BAPAK : Punya rakyat, ya…punya kita semualah

ANAK : Tapi Bapak kan gak bisa ngatur pak polisi sama pak jaksa, Bapak kan penakut…?

BAPAK : Emangnya ada yang bisa ngatur…?

ANAK : Ada..namanya ANGGODO…ituloh..yang sering muncul di tv,  dia itukan bisa mengatur pak polisi dan jaksa…

BAPAK : OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO

Analogi POLISI TIDUR

Hari ini ketika saya melewati sebuah jalan kecil, saya merasa kesal karena di jalan kecil itu saya harus melewati sekitar 5 polisi tidur, padahal panjang jalan kecil itu hanya 150 meteran. Beberapa waktu lalu saya pernah ngobrol dengan kawan saya tentang polisi tidur ini.
K  : ngapain sih kok ada polisi tidur di jalan kecil……?
S : biar kendaraan tidak melaju kencang, karena membahayakan anak-anak kecil atau orang yang menyeberang di jalan kecil.
K : lho…kan bisa dipasang plang peringatan, “kecepatan maksimal 20 km/jam” atau “pelan-pelan banyak anak kecil”. Apakah kalau memasang itu masih ada pengendara yang melanggar…?
S : mungkin penduduk di jalan kecil itu takut, karena pengemudi Indonesia bandel-bandel, sedangkan lampu merah saja kadang diterobos kalau tidak ada Polisi.
K : wah, kalau begitu sama saja dengan mau enak sendiri dong…? nggak mau jaga anaknya agar tidak ke jalan, daripada repot menjaga lebih baik pasang polisi tidur…? akhirnya begini….orang lain yang sengsara.
S : tetapi rasanya mereka juga tidak salah-salah amat, soalnya kemarin waktu mereka pasang plang tanda larang. Ada salah seorang warga di jalan kecil itu yang keserempet sepeda motor yang lagi ngebut.
K : kalau hanya satu masalah itu, lalu menganggap semua pengemudi sama seperti itu, juga tidak adil bukan…?
S : Wah, bagaimana kalau anak kamu yang kesrempet…?
K : Nggak ah…, istri saya hati-hati kalau jagain anak. Tetapi entahlah ya..kalau terjadi….?

Saya hanya ingin menitip pesan dari dialog itu. Bahwa kadang kita hanya mencari mudahnya untuk menyelesaikan sesuatu masalah, tanpa memandang akibatnya bagi orang lain. Kate orang Betawi, ah…masa bodoh loe mau repot harus lewat polisi tidur….yang penting guwe bisa tidur. Hal tersebut saya anggap sebagai analogi Polisi tidur.

Artikel berhubungan : http://id.wikipedia.org/wiki/Polisi_tidur