BENCANA ASAP AKHIRNYA MENJADI RUTINITAS TAHUNAN DI RIAU

Lagi-lagi tahun ini aku harus menghisap asap akibat lahan perkebunan dan hutan yang terbakar, dan ini hampir selalu terjadi beberapa tahun belakangan ini. Alasannya juga selalu ada saja, seakan-akan Riau ini sudah ditakdirkan menjadi tempat pengasapan manusia. Ribuan orang yang menderita akibat asap ini, anak-anak sakit tenggorokan (ISPA) demikian pula orang dewasa termasuk saya sekeluarga menderita akibat asap konyol ini. Setahu saya waktu jaman Pak Harto dulu tidak ada berita tentang asap di Riau, apakah sebenarnya yang terjadi sekarang ini?. Coba anda simak alasan tentang terjadinya bencana asap di Riau DISINI dan indikasi kesengajaan DISINI, juga coba anda baca alasan bencana asap tahun-tahun sebelumnya setidaknya lima sampai enam tahun belakangan ini……bisa anda tebak…….JAWABAN KLISE.

Untuk itu sebagai ungkapan rasa terima kasih atas asap konyol yang saya sekeluarga terima, berikut saya hadiahkan puisi kepada anda yang dengan sengaja mengasapi kami demi perut , harta kekayaan dan kepentingan anda sendiri.

ASAP KONYOL
Oleh : DG LIMPO

kapankah bencana rutin ini akan berhenti
setiap tahun selalu terjadi
setiap tahun beribu alasan dicari
setiap tahun mengisap asap konyol ini
setiap tahun mengekspor asap konyol keluar negeri

apa gerangan solusi
pemimpin sibuk sendiri
berkata itu berkata ini
katanya asap konyol ini
tidak mungkin diantisipasi

aku
anakku
istriku
tetanggaku
susah bernapas karena asap konyol bau

terpujilahlah engkau
demi pundi-pundimu
membakar pohon dan kayu
mengasapi kami semaumu

memangnya kami ini sapi
ingin kau asapi ?
atau kau ingin kami mati
sambil dirimu menari-nari ?

Iklan

ORIENTAL SIRKUS DI PEKANBARU

gajah-sirkus2.jpg
Penduduk kota Pekanbaru yang berjumlah sekitar 600 ribuan orang memang sangat haus akan hiburan, maklum saja di kota ini tidak ada sarana yang memadai sebagai tempat rekreasi, tidak seperti kota-kota dipulau Jawa yang mempunyai banyak alternatif tempat rekreasi. Disini memang ada kebun binatang yang dikelola swasta namun saya takut berkunjung kesana sebab katanya hewan-hewannya jarang diberi makan, entar kesana malah saya yang dijadikan sarapan pagi oleh mereka. Ada juga namanya Alam Mayang sebuah wisata kolam pancing sekaligus juga menyediakan kolam bebek kayuh untuk anak-anak bermain. Jadi karena pilihan sedikit, orang-orang Pekanbaru menghabiskan masa liburan panjang anak sekolah mereka dengan berlibur ke Bukittinggi, ke Danau Toba, atau sekalian ke Jawa atau Bali.

Kebetulan sekali dari tanggal 7 hingga 27 Pebruari ada Gerombolan Sirkus yang mengadakan pertunjukan di Pekanbaru namanya Oriental Sirkus yang berasal dari Kota Jakarta, hewan sirkusnya diambil dari Taman Safari Bogor. Diantara hewan-hewan itu ada gajah, simpanse (maaf kalau ada yang namanya saya sebut disini), dan harimau, harga tiket masuknya dari Rp. 30 ribu hingga Rp. 75 ribu. Karena saya ingin memotret momennya, akhirnya saya beli tiket seharga Rp. 75 ribu agar dapat duduk didepan. Namun sayang sesampainya didalam, baru lima jepretan, kamera saya langsung low battery. Waktu itu batterynya pakai Maxwatt namun rupanya bukan yang energizer…buset dah..jadinya saya kehilangan momen untuk memotret harimau dan beberapa atraksi lainnya.
Yang menarik pada saat pertunjukan, ada yang iseng memesan pengumuman pada MC untuk seorang pria agar segera pulang karena istrinya melahirkan. Yang lainnya disebelah saya kebetulan ada yang sedang pacaran, setiap harimau mengaum sang cewekpun memeluk cowoknya…ih dasar amit-amit deh guwe jadi pengen pulang jadinya. kacaw……

TAKDIR PENGELANA

TAKDIR PENGELANA
Oleh : DG. LIMPO

hamba sendiri merasa takjub
di ujung sana tuan bertanya
mengapa hamba ada disini
di kota bertuah negeri junjungan

hamba ibarat pengelana
yang mengikuti peta nasib
dengan kompas takdir
sambil membawa bekal doa
menunggangi tekad dan keinginan

disini di kota bertuah negeri junjungan
hamba bermaksud mampir mengisi perbekalan
namun apa daya jiwa hamba tertambat disini
hingga hamba tak dapat melanjutkan perjalanan

(Pekanbaru, Riau)

MENJAWAB TUDINGAN; ISLAM DISEBARKAN DENGAN KEKERASAN DI TANAH BATAK

iddotwikipediadot-orgtimam-bonjol.jpgPosting ini saya munculkan setelah membaca opini di beberapa situs, milis dan blog yang menuding bahwa penyebaran agama Islam di Tanah Batak dilakukan dengan kekerasan oleh kaum Paderi. Pro dan Kontra tentang hal ini hingga saat ini masih berlangsung, untuk lebih mengetahui kebenaran opini tersebut, berikut ini saya mencoba menampilkan tulisan tentang hal tersebut oleh dr H Ekmal Rusdy DT Sri Paduka (ahli waris penulis perjuangan Tuanku Tambusai, H. Mahidin Said) dimuat pada kolom OPINI diharian Riau Pos halaman 4 Edisi Selasa, 30/10-2007. Sengaja saya kutip lengkap, agar anda dapat mengambil kesimpulan secara utuh.

BENARKAH PADERI MIRIP AL-QAIDA ?
OLEH : Ekmal Rusdy

Majalah Tempo 21 Oktober 2007 memuat “…petisi ini mendesak Pemerintah Indonesia untuk membatalkan pengangkatan Tuanku Imam Bonjol sebagai pahlawan perjuangan kemerdekaan Imam Bonjol adalah Pimpinan Gerakan Wahabi Paderi. Gerakan ini memiliki aliran yang sama dengan Taliban dan Al-Qaida. Invasi Paderi ke tanah Batak menewaskan ribuan orang”. Dibagian lain pada halaman 56 dikatakan “pakaian mereka serba putih”. Persenjataannya cukup kuat. Mereka menurut Parlindungan, memiliki meriam 88 militer bekas milik tentara Napoleon yang dibeli second hand di Penang. Dua perwira Paderi dikirim belajar di Turki. Tuanku Rao, yang aslinya seorang Batak bernama Pongki Nangol-ngolan Sinambela, dikirim untuk belajar taktik Kavaleri. Tuanku Tambusai, aslinya bernama Hamonangan Harahap, belajar soalperbentengan. Pasukan Paderi juga memiliki pendidikan militer di Batusangkar.

Lanjutkan membaca “MENJAWAB TUDINGAN; ISLAM DISEBARKAN DENGAN KEKERASAN DI TANAH BATAK”