RUTINITAS

Desa yang sepi telah kutinggalkan dua puluh satu tahun yang lalu, aku merantau dan mendatangi Jakarta. Merasakan betapa hiruk-pikuknya kehidupan di sini. Terkadang aku bertanya-tanya, apa sebenarnya yang manusia cari dalam hiruk-pikuk seperti ini….?. Semua orang seolah berpacu mengejar impian mereka masing-masing, sehingga waktu dengan cepat berlalu. Hidup sepertinya hanyalah pengulangan-pengulangan yang menjemukan, bangun pagi, mandi, sarapan, berangkat kerja. Selanjutnya pulang sore, penat, nonton televisi lalu karena kelelahan akhirnya tidur.  Bahkan ketika tidurpun tak sempat bermimpi, karena ketika bangun kita sudah harus kembali mengejar impian-impian hidup kita.

Aku ingat orang bijak yang mengatakan bahwa, masa lalu hanya akan menjadi beban bagimu karena engkau tidak dapat kembali lagi dan masa depan akan menyebabkan engkau menjadi khawatir terus menerus karena engkau juga tidak bisa menjangkaunya.  Jadi fokuslah pada saat sekarang, lakukan yang terbaik.

Iklan

BENCANA ASAP AKHIRNYA MENJADI RUTINITAS TAHUNAN DI RIAU

Lagi-lagi tahun ini aku harus menghisap asap akibat lahan perkebunan dan hutan yang terbakar, dan ini hampir selalu terjadi beberapa tahun belakangan ini. Alasannya juga selalu ada saja, seakan-akan Riau ini sudah ditakdirkan menjadi tempat pengasapan manusia. Ribuan orang yang menderita akibat asap ini, anak-anak sakit tenggorokan (ISPA) demikian pula orang dewasa termasuk saya sekeluarga menderita akibat asap konyol ini. Setahu saya waktu jaman Pak Harto dulu tidak ada berita tentang asap di Riau, apakah sebenarnya yang terjadi sekarang ini?. Coba anda simak alasan tentang terjadinya bencana asap di Riau DISINI dan indikasi kesengajaan DISINI, juga coba anda baca alasan bencana asap tahun-tahun sebelumnya setidaknya lima sampai enam tahun belakangan ini……bisa anda tebak…….JAWABAN KLISE.

Untuk itu sebagai ungkapan rasa terima kasih atas asap konyol yang saya sekeluarga terima, berikut saya hadiahkan puisi kepada anda yang dengan sengaja mengasapi kami demi perut , harta kekayaan dan kepentingan anda sendiri.

ASAP KONYOL
Oleh : DG LIMPO

kapankah bencana rutin ini akan berhenti
setiap tahun selalu terjadi
setiap tahun beribu alasan dicari
setiap tahun mengisap asap konyol ini
setiap tahun mengekspor asap konyol keluar negeri

apa gerangan solusi
pemimpin sibuk sendiri
berkata itu berkata ini
katanya asap konyol ini
tidak mungkin diantisipasi

aku
anakku
istriku
tetanggaku
susah bernapas karena asap konyol bau

terpujilahlah engkau
demi pundi-pundimu
membakar pohon dan kayu
mengasapi kami semaumu

memangnya kami ini sapi
ingin kau asapi ?
atau kau ingin kami mati
sambil dirimu menari-nari ?