Akhirnya saya jadi pasien

Sabtu kemarin tanggal 5 April 2008, saya dirawat di Rumah Sakit karena demam tinggi, menurut dokter yang menangani, indikasinya demam berdarah, karena berdasarkan hasil analisa darah di laboratorium diketahui bahwa trombocyt saya dibawah standard. Maka jadilah saya pasien resmi di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru.

Memang dalam bulan April ini beban pekerjaan saya cukup tinggi kadang sampai begadang sekedar menunggu kantor prinsipal di USA buka (USA dan Indonesia selisih 12 jam) untuk berkomunikasi atau menunggu harga masuk via email, tahun ini pertarungan mendapatkan PO semakin ketat saja, akibat semakin banyak merek baru dengan harga murah namun dengan kualitas yang hampir setara dengan barang-barang yang lebih dulu beredar. Sementara saya harus mencapai target penjualan yang sudah saya rancang sendiri, akhirnya saya bekerja tanpa memperhatikan kondisi badan dan pikiran yang sebenarnya mulai lelah.

Dugaan dokter meleset, karena pada hari senin hasil laboratorium menunjukkan jumlah trombosit saya malah meningkat. Akhirnya dengan mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga saya keluar dari Rumah sakit tersebut setelah membayar semua biaya rumah sakit selama 2 hari sakit plus obat yang setara dengan gaji PNS baru golongan 3a selama sebulan. Bukan main mahalnya kesehatan, yang jarang sekali saya bersyukur karena hal tersebut. Thanks God…..akhirnya saya menjadi pasien, untuk mengingatkan saya bahwa apapun yang saya miliki tidak mendatangkan manfaat jika tidak sehat, dan kesehatan ini harus saya jaga dan syukuri setiap hari. Banyak kisah dikamar perawatan yang mungkin akan saya kisahkan dipostingan lain, saya pengen menikmati masa istirahat saya dulu.

Iklan

Pak Harto Kritis Harapan Hidup 50 %

Kondisi mantan Presiden Suharto semakin kritis, menurut pernyataan Dokter Kepresidenan yang merawat pak Harto, beliau mengalami gagal Jantung, Ginjal dan Otak. Presiden SBY yang menerima laporan tentang kondisi Pak Harto harus mempercepat kunjungannya di Malaysia dan direncanakan hari ini akan menuju Tanah air. Demikian juga dengan Wapres Yusup Kalla yang rencananya akan melakukan kunjungan kerja ke propinsi Riau terpaksa membatalkan acaranya tersebut karena mengetahui kondisi yang dialami oleh mantan Penguasa Orde Baru tersebut.

Sementara itu Rumah Pak Harto di jalan Cendana 8 Jakarta Pusat dijaga ketat aparat Kepolisian, Wakil Kapolres Jakpus, AKBP Herri Wibowo. mengatakan, penjagaan ini sesuai dengan protap yang ada saja, seperti, mensterilisasikan area di kawasan rumah mantan Presiden Soeharto (Antara News,12/1)

UPDATE NEWS

Mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew menjenguk mantan Presiden Soeharto, di RS Pusat Pertamina, Jakarta, Minggu siang (Antara News, 13/1).

Kondisi kesehatan mantan presiden HM Soeharto pada Minggu pagi memburuk dan harapan hidup mantan penguasa orde baru itu hanya 50 persen, demikian diungkapkan Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono, di Rumah Sakit Pusat Pertamina, di Jakarta (Antara News, 13/1)

Baca Juga :

>>>>>Pak Harto Siuman Gus Dur Jadi Capres
>>>>>MARS PENDUKUNG dan PENENTANG SUHARTO

Pak Harto Siuman Gus Dur Jadi Capres

suhartonewsdotbbcdotuk.jpggusduruscdotnetdotedudotau.jpgPak Harto yang dirawat di RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina) Jakarta Selatan sejak Jumat (4/1), pada pukul 20:40 (5/1) mulai siuman dan sudah bisa membuka matanya, demikian diungkapkan Bustanil Arifin (mantan Kabulog era ORBA). Sementara tim dokter Kepresidenan yang dipimpin Dr. Mardjo Soebandiono menyatakan bahwa Pak Harto berhasil keluar dari masa kritis berat, untuk itu pihaknya telah menugaskan tiga orang dokter untuk menjaga dan memantau kondisi kesehatan Pak Harto. Sejumlah tokoh telah menjenguk Pak Harto termasuk diantaranya Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusup Kalla. Pak Harto yang lahir di Desa Kemusuk, Argomulyo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), 8 Juni 1921. Pada bulan Juni 2008 genap berusia 87 tahun, sejak lengser dari kursi Kepresidenan 21 Mei 1998, Pak Harto telah beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit karena sakit yang diderita seperti, pendarahan usus, jantung, dan paru-paru.
Sementara itu di sela-sela kunjungannya di Jawa Timur Menteri PDT HM. Lukman Edy yang juga mantan Sekjen DPP PKB menyatakan partainya siap untuk meloloskan Gus Dur sebagai Capres 2009. Beberapa waktu lalu, Gus Dur yang juga Ketua Umum Dewan Syura PKB tersebut telah menyatakan niatnya untuk ikut bertarung dalam Pilpres 2009 mendatang. Walaupun sebagian kalangan meragukan Gus Dur bisa lolos jika UU Pilpres dan Komisi Pemilihan Umum menetapkan syarat kesehatan sebagaimana Pemilu 2004.

Link 1,2,3

foto Pak Harto
foto Gus Dur

Baca Juga :
>>>>>Pak Harto Kritis Harapan Hidup 50%

Istri Setia adalah “Syurga Dunia”

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (yang artinya) :
“Dunia itu adalah perhiasan, sebaik baik perhiasan adalah istri yang shalihah.” (HR. Muslim)

Kisah ini tentang seorang istri yang setia mendampingi suaminya yang tiba-tiba terkena stroke diusia sekitar 55 tahun. Suaminya adalah seorang PNS yang bekerja di sebuah Universitas Negeri, sejak suaminya jatuh sakit sepuluh tahun yang lalu otomatis sang istrilah yang merawatnya. Sang suami yang jatuh sakit telah dibawa berobat dan terapi ke rumah sakit di kota mereka bertempat tinggal hingga ke rumah sakit terbaik diluar kota, namun hasilnya nihil.

Karena tidak mau diobati lagi, baik terapi maupun alternatif . Akhirnya disepakati untuk merawat sang suami di rumah saja, setiap hari sang istri harus membopong sang suami ke kamar mandi dengan memakai kursi roda, memasangkan popoknya dan menyiapkan susu dan sepotong roti, karena sang suami tidak bisa menelan nasi. Selain lumpuh sebelah kanan, sang suami juga tidak dapat berkata-kata dengan jelas. Betapa sabarnya sang istri, walaupun sebenarnya dia juga bekerja sebagai Dosen di Universitas yang sama. Anak mereka ada 2 orang, yang laki-laki sekarang di Perguruan Tinggi jauh diluar kota, dan yang bungsu seorang wanita baru tamat dari SMP tinggal bersama mereka.

Sang suami saat ini berumur 65 tahun dan masih sakit, sementara sang istri yang telah berumur 55 tahun tetap telaten merawatnya sambil bekerja memenuhi kebutuhan keluarganya, walaupun kedua anak mereka telah menikah dan bekerja. Dialah harta sebenarnya dari sang “suami”, seorang wanita yang ikhlas dalam berjuang menegakkan rumah tangga, begitu sang kepala rumah tangga sudah tidak dapat melaksanakan kewajibannya lagi karena sakit permanen. Saya hormat dan salut kepada beliau, beliau adalah Dosen saya sendiri sewaktu kuliah di Bogor. Wassalam.