Senja 2

Ini senja pertama di bulan Pebruari, setiap kali kupandangi atap senja, atap yang sama, tetapi selalu punya corak yang berbeda, selalu menarik, apalagi jika atap senja itu kupandangi dari tepi pantai. 
Senja di mana matahari selalu membenamkan dirinya kelaut, aku seperti melihat bidadari-bidadari menjelma ombak, membelai-belai telapak kakiku, menarik-narik hasratku untuk mengikuti mereka mandi.
Perahu yang menjauh, gelap yang merayapi sisa-sisa cahaya, angin yang mendorong-dorong tubuh ringkihku, tak berapa lama, atap senja berganti kerlap-kerlip bintang, dan sebuah suara manja memanggilku, merenda kembali impian-impian yang belum sempat kubawa pulang.

Iklan

AKHIR

by : DG.LIEM

_________

Ketika engkau

terdesak oleh kesendirian

Dan sepi

menggapai-gapai mengajakmu pulang

Kau hela nafas

seakan-akan yang penghabisan

Belaian tangan kekasihmu

tak lagi membuat desiran

Impian-impian hidupmu

tak lagi menarik

Engkau kini

senja yang ditelan  kegelapan malam

Selaksa buaian

mengahantarkan jiwamu kembali ke peraduan

Dan ragamu

tak lagi merasakan dinginnya malam

Engkau telah di bebaskan

dari belenggu penderitaan…..

SENJA DIBATAS PANTAI

SENJA DI BATAS PANTAI
Oleh: DG.LIMPO

aku berdiri diujung batas pantai
merasakan angin yang membelai
mendengarkan deburan ombak menghantam pantai
terbuai senandung nyiur melambai
senja terlihat mendatangi pantai
aku suka senja
dia adalah batas diantara terang dan gelap
aku suka berada diantaranya
aku takut terang benderang
aku lebih takut gelap gulita
ketika senja datang
ketika hidup diambang kematian
ketika senja berlalu
ketika kematian bersama kita
masih adakah sinar rembulan saat malam
masih adakah pengampunan sang penguasa alam

(Pekanbaru)

Amelia

AMELIA
oleh : DG.LIMPO

semua khayalku terbang kemasa lalu
betapa kumerindu untuk bertemu denganmu
namun disini hanya ada kesunyian dan semilir angin
kupandangi senja merah yang merenda langit
tak sadar kusebut namamu Amelia…Amelia…Amelia…
aku mulai mengingat satu demi satu jejak sentuhanmu
aku mulai mengingatmu lagi ketika telah melupakanmu
sebenarnya aku benci kisah ini dalam benakku
aku benci karena memorinya begitu memenuhi rasa
tak sedikitpun ruang hampa yang tersisa
hanya Amelia….Amelia….Amelia
ketika aku tersadar
aku ada dipusaramu

Penantian diujung Senja

Oleh : DG. LIMPO

Aku berdiri di ujung dermaga ini
menatap laut yang luas
menanti kapal merapat membawa kekasih

Senja menjelang dan sebuah kapal menuju dermaga
kucari dirimu diantara penumpang yang turun
Aku benar dilanda kasmaran yang sangat
Peluh dan penat yang mendera tiada terasa
Karena batinku bahagia dalam penantian
Yang akan segera berakhir

Satu demi satu penumpang turun
Sehingga penumpang terakhir turun
Namun tak kutemukan dirimu

Aku memalingkan wajahku dari laut
Dan senja yang semburat merah
Mereka seakan mengolok-olok aku

Aku sedang butuh dirimu
Belaianmu……..
Kehangatan pelukmu……..
Aku ingin bersandar didadamu yang bidang
Lalu mendengar ocehanmu tentang laut, pantai, dermaga, angin, ombak, pulau-pulau yang kau singgahi, dan orang-orang yang kau temui diperjalanan

Sudah ribuan senja kulewati di ujung darmaga ini
Kini bersama wanita titisanmu aku kembali menantimu
Kami mencintaimu meski akhirnya hanya bayangan senja yang menyambutnya
Pulanglah kekasih, pulanglah ayah, karena tulang rusuk adammu sedang mencari tubuhmu

(Pekanbaru 2007)