TARLI NUGROHO : SISTEM EKONOMI PANCASILA

Sejak empat tahun terakhir Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya telah membuka lembaran baru kajian ekonomi kerakyatan. Dalam dua tahun terakhir, isunya semakin mendalam, dari yang tadinya hanya bersifat polisional menjadi lebih bersifat keilmuan, yang ditandai oleh serangkaian diskusi serius mengenai wacana yang pernah dihidupi oleh Mubyarto (1938-2005), Hidajat Nataatmadja (1932-2009), Dawam Rahardjo (1942-) dan Sri-Edi Swasono (1940-) sejak tiga dekade silam, yaitu “Ekonomi Pancasila”. Terakhir, mereka mengadakan seminar bareng Mahkamah Konstitusi di Jakarta dengan mengambil tajuk “Ekonomi Pancasila sebagai Alternatif Sistem Ekonomi Indonesia dan Dunia”. Sebuah mimpi besar yang berani, sebuah mimpi yang kini tak ada lagi di Yogyakarta. #pindah ke Malang yuk, Irfan Afifi?!

— bersama Hatib Abdul Kadir.

Foto: Sejak empat tahun terakhir Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya telah membuka lembaran baru kajian ekonomi kerakyatan. Dalam dua tahun terakhir, isunya semakin mendalam, dari yang tadinya hanya bersifat polisional menjadi lebih bersifat keilmuan, yang ditandai oleh serangkaian diskusi serius mengenai wacana yang pernah dihidupi oleh Mubyarto (1938-2005), Hidajat Nataatmadja (1932-2009), Dawam Rahardjo (1942-) dan Sri-Edi Swasono (1940-) sejak tiga dekade silam, yaitu "Ekonomi Pancasila". Terakhir, mereka mengadakan seminar bareng Mahkamah Konstitusi di Jakarta dengan mengambil tajuk "Ekonomi Pancasila sebagai Alternatif Sistem Ekonomi Indonesia dan Dunia". Sebuah mimpi besar yang berani, sebuah mimpi yang kini tak ada lagi di Yogyakarta. #pindah ke Malang yuk, Irfan Afifi?!
Iklan