Refleksi 2007

akuolasaidah.jpg

Di penghujung tahun, aku mencoba bercermin kedalam diri tentang jejak-jejak perjalanan selama tahun 2007. Adakah yang telah aku perbuat bagi keluarga dan orang-orang yang aku cintai, masyarakat di sekitarku, dan diriku sendiri?. Hatiku menjawab tidak!, karena rasanya lebih banyak kesia-siaan hidup yang telah aku perbuat. Lalu aku coba merenungkan tujuan aku dihadirkan ke dunia ini ?, bukankah kehadiranku bukan semata buat diriku sendiri ?. Terkadang lebih mudah mengucapkan suatu kebaikan dibandingkan melaksanakannya. Tahun-tahun yang kulewati seperti angin, tidak ada yang begitu berkesan. Sementara dengan bertambahnya umur maka kematian semakin mendekat, aku merasa perbekalan untuk menghadapi kematian belum cukup untuk sampai ke pintu “surga-MU”.

Maka hamba bermohon, bila takdir umurku ditahun ini , tak sempat melihat anak-anakku hingga mereka dewasa, mohon bimbinglah mereka Ya Allah sehingga menjadi orang yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain disekitarnya. Bila takdir umurku masih dapat menikmati kehidupan ditahun depan, mohon bimbinglah “hatiku” untuk menemukan jalanMU. Aaamiiin.

Iklan

Aku menyebutmu..Tuhan

Banyak tebing-tebing terjal kehidupan yang telah kulalui, tak terhitung lagi lorong-lorong kegelapan yang kuterobos, dan tak dapat kusebut lagi karena semua yang membacanya akan memakiku sebagai bangsat…..jahannam….. tetapi dihadapanMu aku tertunduk lemah lunglai, kekuatan tubuhku hilang dan semangatku melayang seperti kapas tertiup angin. Aku tertunduk lesu lalu bersimpuh dihadapanmu, mencium tanah dimana setiap hari orang lalu lalang memijaknya. Kepalaku sudah berada dititik nadirnya, bahkan lebih rendah dari seekor semut yang berjalan diatasnya. Tak kusadari airmataku meleleh, cengeng…..tetapi aku tak dapat menahannya, ibarat aliran sungai mencari muaranya.

 

Sudah begitu lama tak kusebut namaMu, aku terombang-ambing diantara lautan kesibukan duniawi yang membenamkanku. Padahal KehendakMu telah mengatur semua urusan , tetapi aku lupa memohon keridhoanMU. Malam ini aku kembali bersimpuh dihadapanMu diantara kesunyian malam, dimana semua orang sedang melepaskan penatnya atau sedang bercengkrama. Aku tersadar dari masa laluku, sejak orang-orang yang kucintai meninggalkanku disaat aku sedang dipuncak kejayaan semu manusia. Aku gagal memiliki hati mereka, bahkan aku tak mengerti keinginanku sendiri kepada mereka. Aku hanya terpenjara dalam tumpukan dosa dan harta yang kuanggap dapat membeli seisi dunia ini.

 

Aku merasa lebih bahagia disaat kekurangan menerpa hidup, disaat hidup menuntut ketabahan dan kesabaran. Aku rindu kenikmatan disaat menolak dosa. Aku rindu masa-masa menjadi pegawai negeri dengan gaji pas-pasan, disaat anakku sedang sakit aku bisa menolak sogokan dari rekanan kontraktor di kantorku. Tetapi waktu akhirnya mengalahkanku , disaat jabatan telah aku raih maka segalanya berubah menjadi terbalik. Aku tak pernah malu-malu lagi untuk meminta persenan dari rekanan kontraktor agar pekerjaannya lancar. Aku tidak malu lagi memakai pakaian dan kendaraan yang kudapat dari uang suap. Seiring dengan itu, aku gemar pergi ke tempat hiburan malam menghabiskan waktu dan uang. Benar-benar jahannam……

 

Setelah semuanya telah pergi dari sisiku, maka tinggallah aku dengan botol-botol minuman keras yang selalu mengisi hari-hariku. Kuanggap ini adalah pelarian terbaik, tetapi aku justru semakin salah memilih jalan . Hingga aku tersadar saat tiba-tiba aku terkena stroke ringan. Setiap saat bayang-bayang masa lalu mengusik tidurku, aku mulai mendekatimu karena hanya Engkau yang mau mendengar keluh kesahku, hanya Engkau yang selalu memberiku jalan keluar, hanya Engkau yang selalu didekatku tanpa terlihat, hanya Engkau yang selalu mengabulkan doaku tanpa kusadari.

 

Malam ini aku menyebut namamu…..Tuhan…………, lalu aku bersujud……bersimpuh dan memohon……..dibawah besarnya Kasih Sayangmu …aku berdoa…hening…, sayup-sayup terdengar gema suara azan Subuh menyadarkanku. Kubasuh muka untuk kembali memenuhi panggilanmu, dan ketika fajar menyingsing aku berharap kebahagiaan akan kembali menghampiri hidupku .