Hujan

Dan langit bersenandung pada awan
Agar menjatuhkan hujan
Pada rumput kering dan gersang
Sebelum akhirnya setetes api jatuh
dari tangkai pinus
walau suara teriakan satwa tak lagi terdengar
Mereka telah binasa di pintu surga
Dan Manusia hanyalah binatang berakal
Yang membuka gerbang neraka
Memanggil-manggil Tuhan
yang tergantung di langit tanpa sayap

Dan langit kembali bersenandung pada awan
Agar sudi kembali menjatuhkan hujan
pada rumput kering dan gersang
Dan surga kembali di ciptakan
Diantara puing-puing neraka
Yang berserakan……

(DG.LIMPO,Pekanbaru)

Iklan

Surga

Kuhempaskan badanku yang letih di atas ranjang empuk, sambil kutatap langit-langit kamar. Terbayang olehku dunia yang ramah dengan segala kesenangan yang abadi, adakah dunia itu …? dimana manusia tidak pernah berpikir atau khawatir tentang masa depannya. Hm……pernah kudengar bahwa dunia seperti itu bernama surga.    Apakah anda pernah berpikir untuk mendapatkan surga itu sebelum ajal menjemput…?, mengapa kita harus menunggu …? bukankah dunia ini juga bisa menjadi sebuah surga bagi umat manusia…?

Mengapa  surga itu begitu jauh sehingga harus mati dulu baru bisa kesana….? ah sudahlah, kuakhiri saja khayalanku ini. Lebih baik aku tidur dengan tenang, mungkin gambaran tentang surga itu akan mengunjungiku suatu saat.

Refleksi 2007

akuolasaidah.jpg

Di penghujung tahun, aku mencoba bercermin kedalam diri tentang jejak-jejak perjalanan selama tahun 2007. Adakah yang telah aku perbuat bagi keluarga dan orang-orang yang aku cintai, masyarakat di sekitarku, dan diriku sendiri?. Hatiku menjawab tidak!, karena rasanya lebih banyak kesia-siaan hidup yang telah aku perbuat. Lalu aku coba merenungkan tujuan aku dihadirkan ke dunia ini ?, bukankah kehadiranku bukan semata buat diriku sendiri ?. Terkadang lebih mudah mengucapkan suatu kebaikan dibandingkan melaksanakannya. Tahun-tahun yang kulewati seperti angin, tidak ada yang begitu berkesan. Sementara dengan bertambahnya umur maka kematian semakin mendekat, aku merasa perbekalan untuk menghadapi kematian belum cukup untuk sampai ke pintu “surga-MU”.

Maka hamba bermohon, bila takdir umurku ditahun ini , tak sempat melihat anak-anakku hingga mereka dewasa, mohon bimbinglah mereka Ya Allah sehingga menjadi orang yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain disekitarnya. Bila takdir umurku masih dapat menikmati kehidupan ditahun depan, mohon bimbinglah “hatiku” untuk menemukan jalanMU. Aaamiiin.

Buah Hati

Buah Hati
Oleh : DG. LIMPO

ananda
esok fajar akan menampakkan diri
menggulung selimut malam kita
menghapus bunga-bunga tidurmu

ananda
sang fajar menggapaimu
dari kaca jendela kamar kita
menghangatkan tubuh kecilmu

ananda
celotehmu adalah nada hidupku
tangismu adalah alunan kerisauanku
senyummu mengendurkan penatku
tawamu adalah tepi surgaku

ananda
Esok kan menjadi kisahmu
Hari ini menjadi kisah kita
Kemarin adalah kisahku