UNTAIAN DERITA

UNTAIAN DERITA
Oleh : DG. LIMPO

ketika banjir datang dan longsor menimpa
teriakan minta tolong terdengar, orang-orang pergi mengungsi
berlarian, kebingungan, berhamburan, tenggelam, tertimbun
jerit tangis orang-orang kehilangan keluarga, harta dan tempat tinggal
aku duduk menonton dan melihat penderitaan orang-orang itu
terkena bencana banjir, longsor, badai
derita….derita….derita…derita…
berita..berita…berita….berita…berita
dari TV disebuah ruangan yang namanya home theater
ketika mereka tenggelam dalam lelap tidurnya
ketika mereka tertimbun dalam mimpi indahnya
dimana…..aku…..dimana….kamu….dimana …..kita….dimana…. kalian
rupanya sedang berpesta pora merayakan tahun baru
joget, mabok, teriak-teriak, menyalakan kembang api
bersorak-sorak, berkaraoke, bersuka ria
sementara itu………………….
disebuah tempat terkurung banjir
seorang anak diatas atap rumahnya…sendiri….
meniup terompet penderitaan
menyanyikan lagu kesedihan
berjoget kedinginan diterpa angin dan hujan
berpesta dalam dentuman kematian
berkaraoke dengan perut keroncongan
berteriak-teriak menantang mautnya
dalam harap menunggu dewa penolong datang
Ayahnya tertimbun longsor
Ibunya terseret arus banjir
Kakaknya entah dimana
pantaslah…..azab….sengsara…derita…
tiada habisnya menerpa ……
karena doa tercampak dipojok-pojok rumah Tuhan
karena rasa cinta tak mampu lagi menggugah hati
berseraklah untaian derita…

Iklan

Puisi Cinta diakhir 2007

PUISI CINTA DIAKHIR 2007
Oleh : DG. LIMPO

saat kita berdua menghabiskan
sisa kisah diakhir tahun
setitik airmatamu
menetes jatuh ke tanganku
saat menikmati indahnya kembang api
yang dilemparkan anak-anak kecil
yang sedang bermain-main
di halaman rumah kita
melihat mereka begitu bahagia
kau mengatakan, sayang….
anak-anak adalah masa depan kita
anak-anak adalah buah cinta kita
dan waktu akan menghabiskan umur kita
lalu umur anak-anak kita
lalu umur cucu cucu kita
lalu menghabiskan dunia ini juga
lalu kemana kita dan mereka
akan pergi selanjutnya?