ISLANDIA : Negeri Es Itu Meleleh

Islandia, tahun 2007 menempati urutan pertama di dunia dalam kategori Human Development Index – Indeks Pembangunan Manusia-versi PBB.  Warganya paling makmur di planet bumi, dilihat dari semua indikator ekonomi yang ada.  Tingkat pengangguran sekitar 0,5 % dari total penduduk.  Kaya, merata, sehat, berkebudayaan, berpendidikan dan canggih.  Singkatnya, surga dunia.  Majalah Forbes pernah menyebut Islandia melahirkan 488 miliuner baru di muka bumi sampai 2005.
Senin, 6 Oktober 2008, wajah PM Islandia Geir Haarde muncul di televisi-televisi lokal mengumumkan negara dalam kondisi darurat, di ambang kebangkrutan.  Pemerintah menanggung hutang enam kali dari PDB.
Sejak saat itu, trotoar Jalan Laugavegur lengang, padahal ini akhir pekan.  Laugavegur adalah satu potret hedonisme masyarakat Islandia.  Siang hari, jalanan itu ramai karena menjadi pusat perbelanjaan, mal, toko pakaian, pernak-pernik, dan restoran, mulai pertengahan 2008 pengunjung tempat-tempat itu semakin sepi, karena harga-harga barang melonjak hingga lebih 100%.  Bar-bar tetap sepi pengunjung meski telah menambah jam buka.  Keramaian berpindah ke kantor cabang bank-bank di seluruh sepuluh kota besar dan pelosok negeri Islandia.

(Sumber : Buku TSUNAMI FINANSIAL, penulis Muhammad Ma’ruf)

Iklan

Ibuku…BUMI

Ibuku Bumi………. ia  memikul beban penderitaan sendiri.  Wajahnya tercoreng moreng, tubuhnya penuh lubang-lubang tikaman, rambutnya habis di gunduli, ia tak pernah mengadukan nasibnya kepada Penciptanya,  semua perlakuan ia terima dengan penuh kasih sayang.  Terkadang ada gundah melanda, dan airmatanya tumpah sehingga bencana dimana-mana.

Ibuku Bumi……..ia harus menahan kesedihannya, sebab kesedihannya akan menghancurkan manusia ..anak-anaknya.

“Ibuku Bumi……….aku ingin tahu……. sampai kapan ibu dapat bertahan dengan penderitaan ini?”,  demikian selalu kutanyakan.  Ia tak menjawabnya hanya desiran angin sepoi-sepoi yang ia kirimkan buatku.

(DG.LIMPO,  2011)

 

Bertobatlah Pejabat Kami

Bencana apa lagi yang belum terjadi di Indonesia dalam tiga tahun terakhir ini, mulai dari tsunami, gempa, gunung meletus, badai, banjir, tanah longsor, hingga lumpur LAPINDO. Bagi masyarakat yang tertimpa bencana kami harapkan segera mendapatkan bantuan yang selayaknya. Bapak pejabat, kasihan masyarakat yang sudah sulit, bantulah mereka segera dan jangan ada lagi penyelewengan-penyelewengan dana bantuan. Bagi oknum pejabat didaerah bencana maupun dipusat yang sering menyunat dana bantuan bencana, bertobatlah pak, dengan sebenar benar tobat. Wassalam.