ORIENTAL SIRKUS DI PEKANBARU

gajah-sirkus2.jpg
Penduduk kota Pekanbaru yang berjumlah sekitar 600 ribuan orang memang sangat haus akan hiburan, maklum saja di kota ini tidak ada sarana yang memadai sebagai tempat rekreasi, tidak seperti kota-kota dipulau Jawa yang mempunyai banyak alternatif tempat rekreasi. Disini memang ada kebun binatang yang dikelola swasta namun saya takut berkunjung kesana sebab katanya hewan-hewannya jarang diberi makan, entar kesana malah saya yang dijadikan sarapan pagi oleh mereka. Ada juga namanya Alam Mayang sebuah wisata kolam pancing sekaligus juga menyediakan kolam bebek kayuh untuk anak-anak bermain. Jadi karena pilihan sedikit, orang-orang Pekanbaru menghabiskan masa liburan panjang anak sekolah mereka dengan berlibur ke Bukittinggi, ke Danau Toba, atau sekalian ke Jawa atau Bali.

Kebetulan sekali dari tanggal 7 hingga 27 Pebruari ada Gerombolan Sirkus yang mengadakan pertunjukan di Pekanbaru namanya Oriental Sirkus yang berasal dari Kota Jakarta, hewan sirkusnya diambil dari Taman Safari Bogor. Diantara hewan-hewan itu ada gajah, simpanse (maaf kalau ada yang namanya saya sebut disini), dan harimau, harga tiket masuknya dari Rp. 30 ribu hingga Rp. 75 ribu. Karena saya ingin memotret momennya, akhirnya saya beli tiket seharga Rp. 75 ribu agar dapat duduk didepan. Namun sayang sesampainya didalam, baru lima jepretan, kamera saya langsung low battery. Waktu itu batterynya pakai Maxwatt namun rupanya bukan yang energizer…buset dah..jadinya saya kehilangan momen untuk memotret harimau dan beberapa atraksi lainnya.
Yang menarik pada saat pertunjukan, ada yang iseng memesan pengumuman pada MC untuk seorang pria agar segera pulang karena istrinya melahirkan. Yang lainnya disebelah saya kebetulan ada yang sedang pacaran, setiap harimau mengaum sang cewekpun memeluk cowoknya…ih dasar amit-amit deh guwe jadi pengen pulang jadinya. kacaw……

Iklan

Kisah Cinta di Bantimurung

indonesiadotgodotid.jpgSepasang kekasih bagaikan merpati , sedang merajut benang asmara sambil memandang ke air terjun. Suara air yang jatuh dan gemericik air mengalir, membuat keduanya seakan berada di taman firdaus. Yang Wanita bersandar manja dibahu si pria , yang pria membelai mesra rambut kekasihnya. Kupu- kupu Bantimurung menemani kemesraan kedua insan, saat berjalan sambil berpegangan tangan, getaran kemesraan terasa merambat kesetiap ujung jari mereka hingga menimbulkan sengatan asmara dan terbangnya jiwa ke awan kebahagiaan. Setiap kata yang terucap dari bibir keduanya ibarat sebuah puisi pujangga, syahdu. Gayutan tangan dan senyum kekasih dibibir , adalah kenangan terindah. Hari semakin larut dan malam adalah sebuah ruang untuk merangkum kisah cinta mereka.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan hingga tahun berganti tahun begitu cepat berlalu, demikian pula dengan kisah sepasang kekasih, seperti dunia yang diciptakan fana, seperti nasib yang terus berputar. Namun Bantimurung tetap menjatuhkan airnya, gemericik air mengalir tetap terdengar merdu, seperti magnet yang menarik para penikmat asmara berkunjung kesana. Kupu-kupu Bantimurung senantiasa setia menemani sepasang kekasih yang terus berganti dengan membawa kisah asmara yang lain.

(daeng limpo, Bantimurung Maros 2007)